Qurban Berbasis Lingkungan: Pondok Ilmu Gaungkan Zero Waste dan Anti Mubazir
BOGOR, SAREKAT – Yayasan Mutiara Semesta Abadi menyelenggarakan kegiatan qurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H pada 28 Mei 2026 di Pondok Ilmu Kuta Bamboo, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana edukasi penyembelihan hewan qurban, peningkatan kepedulian lingkungan, serta pembentukan karakter masyarakat.
Acara diawali dengan edukasi penyembelihan hewan qurban (sapi dan kambing) yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Faisal Buzairi, pengajar metode pembelajaran Al-Qur’an dari Pesantren Wadi Mubarak, Megamendung. Edukasi ini diberikan kepada pengelola Pondok Ilmu serta masyarakat sekitar, dengan harapan ke depan masyarakat dapat mandiri dalam melaksanakan qurban sesuai syariat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sholat Zuhur berjamaah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Nasrudin, pengajar tahsin di Pondok Ilmu Palapa Jakarta.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat masyarakat menikmati hidangan dari hasil olahan qurban.
Namun di balik kebersamaan tersebut, terdapat perhatian penting. Pembina Yayasan Mutiara Semesta Abadi, Dita, menemukan masih banyak sisa makanan yang terbuang saat panitia membersihkan area kegiatan.
Menurutnya, hal ini kemudian menjadi bahan edukasi yang disampaikan langsung kepada masyarakat.
“Jangan sampai kita mengambil makanan berlebihan lalu membuangnya. Ini adalah perbuatan mubazir. Di luar sana masih banyak saudara kita yang kesulitan makan,” tegas Dita.
Ia juga mengingatkan firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra ayat 27
Inn al-mubadzdzirīna kānū ikh’wāna asy-syayāṭīn, wa kāna asy-syayṭānu lirabbihī kafūrā
“Sesungguhnya orang-orang yang mubazir itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuat kerusakan di bumi sesuai dengan QS. Al-Baqarah ayat 60: …
Wa lā ta‘tsaw fil-arḍi mufsidīn
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi.”
Serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian: QS. Al-Baqarah ayat 222
Innallāha yuḥibbut-tawwābīn wa yuḥibbul mutaṭahhirīn
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
Pesan ini diperkuat dengan hadits Rasulullah SAW:
An-naẓāfatu minal īmān
“Kebersihan adalah sebagian dari iman.”
Dita menegaskan bahwa meskipun sisa makanan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak atau kompos di Pondok Ilmu, namun hal tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran untuk bersikap mubazir.
“Islam mengajarkan keseimbangan, tanggung jawab, dan kesadaran dalam setiap tindakan,” katanya.
Sebagai bagian dari edukasi lingkungan, masyarakat juga dilibatkan dalam praktik pemilahan sampah organik dan anorganik, sejalan dengan program Kepala Desa Kuta, Kusnadi. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui permainan dan “Tepuk Sampah”.
Kegiatan ini dipandu oleh para mentor STID (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), yaitu Dina Meiriza, Asy Syifa, dan Ina Mayang, yang berhasil menciptakan suasana edukatif sekaligus menyenangkan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah berupa kebutuhan pokok kepada peserta, sehingga kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat.
Turut hadir Apendi Arsyad, Dewan Pakar ICMI dan Dosen Tamu Pascasarjana IPB Program Lingkungan Hidup, yang menyampaikan pentingnya penerapan konsep zero waste dalam kehidupan sehari-hari.
“Kesadaran lingkungan harus dimulai dari rumah. Sampah tidak hanya dibuang, tetapi harus dikelola agar memiliki nilai manfaat,” ujarnya.
Masyarakat merasa sangat terbantu dan bahagia, tidak hanya mendapatkan daging qurban, tetapi juga edukasi, hadiah, serta pengalaman yang membangun kesadaran baru.
Para mentor memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Dina Meiriza, yang akrab disapa Iza, menyampaikan bahwa menjadi volunteer dalam kegiatan qurban di Pondok Ilmu merupakan pengalaman yang sangat bermakna.
“Kami tidak hanya belajar bekerja sama dan bersosialisasi, tetapi juga merasakan langsung kebahagiaan berbagi dengan sesama. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dan semakin banyak yang terlibat,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dita serta seluruh panitia atas kesempatan dan kebersamaan yang penuh nilai kebaikan.
Di sisi lain, Dita berharap ke depan akan semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam berqurban di Pondok Ilmu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Umum Perempuan ICMI, Dra. Welya Safitri, M.Si., yang menyampaikan dukungannya agar masyarakat semakin termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan pembinaan.
Ia menyatakan bahwa Desa Kuta merupakan salah satu desa binaan Perempuan ICMI, sehingga diharapkan program-program serupa dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dita menegaskan bahwa ibadah qurban bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana membangun kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta membentuk karakter masyarakat yang lebih bertanggung jawab, disiplin, dan berakhlak mulia.

