AktualLiputanMendalam

STRATEGI “GANTI KULIT” MAFIA BBM: Menguak Wajah Baru PT Berkat Trivena Menjadi – PT Nusantara Geo Energi Indonesia (NGEI)

MINAHASA UTARA, SAREKAT – Ada pepatah mengatakan, “Ular tidak akan menjadi naga hanya dengan berganti kulit.” Begitu pula dengan dugaan praktik mafia BBM yang kini sedang menjadi sorotan di Sulawesi Utara.

Menurut Arsip Hitam6, Perubahan nama ini diduga bukan sekadar restrukturisasi bisnis biasa, melainkan strategi “Cuci Tangan” untuk mengaburkan rekam jejak gelap dan melanjutkan praktik ilegal Solar subsidi.

“Mengubah nama perusahaan seringkali menjadi senjata bagi para pemain (pasar gelap) untuk menghindari pengawasan aparat dan sanksi administratif. Namun, jika aktor di belakangnya masih sama, armada yang digunakan masih sama, dan pola distribusinya masih menyasar solar milik rakyat, maka ini adalah penghinaan terhadap penegakan hukum,” ujar Koordinator Arsip Hitam6.

Dirinya menjelaskan bahwa NGEI kini diduga mewarisi “estafet” operasional ilegal dari PT Trivena milik FR. Pertanyaannya: Apakah aparat penegak hukum akan tertipu oleh sekadar pergantian papan nama?

Diketahui bahwa informasi yang dihimpun tim investigasi menunjukkan bahwa pergantian nama ini tidak menghentikan arus keluar masuk solar tanpa izin resmi.

“Gudang-gudang penampungan milik FR diduga masih aktif, dan jaringan distribusi ke sektor industri ilegal masih berjalan dengan rapi di bawah bendera baru,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan bahwa ini bukan lagi soal bisnis, ini adalah pengkhianatan terhadap ekonomi daerah. Solar subsidi yang seharusnya menggerakkan ekonomi masyarakat, justru diisap oleh korporasi “berkulit baru” untuk keuntungan segelintir orang.

“Kami mendesak otoritas terkait—mulai dari BPH Migas hingga Polda Sulut—untuk tidak menutup mata. Periksa izin operasional PT Nusantara Geo Energi Indonesia (NGEI) milik FR. Telusuri sumber pasokan BBM mereka. Jangan biarkan “investor” berbaju baru ini justru menjadi parasit yang merusak tatanan distribusi energi di Sulawesi Utara,” tegasnya.

“Kita tidak butuh perusahaan yang hanya ahli dalam mengganti nama, kita butuh transparansi dan kejujuran dalam mengelola energi milik rakyat,” tambahnya dengan tegas.

Dirina mengatakan juga bahwa jangan mau dibodohi oleh kemasan baru. Jika praktik ilegalnya masih sama, maka statusnya tetap sama: MAFIA.

“Kami akan terus memantau pergerakan armada dan jaringan NGEI milik FR. Suara rakyat tidak akan berhenti sampai laut kita bersih dari para penjarah subsidi,” tutupnya dengan tegas.

#ArsipHitam6 #BongkarMafiaBBM #NGEI #GantiKulitMafia #KeadilanEnergi

Sharing is scaring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *