Poster Biru “PERINGATAN SANGAT DARURAT” oleh BEM UI, Mirip Poster tahun 2024
JAKARTA, SAREKAT – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengunggah poster bertajuk “Peringatan (Sangat) Darurat” melalui akun Instagram resminya pada Kamis (11/6/2026), sehari sebelum pelaksanaan aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Aksi penolakan terhadap kebijakan pemerintah tersebut tidak hanya berlangsung di Jakarta. Sejumlah demonstrasi serupa juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia, di antaranya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu malam (10/6/2026), serta di Kota Bandung, Jawa Barat, dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari berikutnya.
Mahasiswa yang turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, sejumlah massa aksi juga menyampaikan tuntutan lain, termasuk desakan agar pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui keterangan yang menyertai unggahan tersebut, BEM UI mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan poster “Peringatan Sangat Darurat” sebagai bentuk penyadaran publik terhadap kondisi yang mereka nilai sedang dihadapi bangsa.
Dalam unggahannya, BEM UI menyoroti berbagai persoalan ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat. Mereka menilai kondisi ekonomi nasional tengah menghadapi tantangan serius, ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya harga kebutuhan pokok, berkurangnya lapangan pekerjaan, serta meningkatnya beban utang negara.
BEM UI juga mengkritik pemerintah yang dinilai lebih berfokus pada penguatan kekuasaan dan kepentingan kelompok tertentu dibandingkan memperhatikan kondisi masyarakat. Melalui seruan tersebut, mereka mengajak mahasiswa dan masyarakat luas untuk menyuarakan aspirasi serta mengawal berbagai kebijakan publik yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.
Aksi-aksi yang berlangsung di berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari gelombang protes mahasiswa yang menuntut pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan ekonomi dan sosial yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

