Banten Bawah TanahCatatan

Kecewa 15 Tahun Jalan Tak Pernah di Perbaiki, Warga Karang Bolo Tanam Pisang dan Ancam Golput 

CILEGON, SAREKAT – Puluhan warga Lingkungan Karang Bolong, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, melakukan aksi protes unik dengan menanam pohon pisang serta menebar dan memancing ikan lele di kubangan jalan rusak, Minggu (1/2/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jalan sepanjang sekitar dua kilometer yang menjadi jalur alternatif penghubung menuju Jalan Lingkar Selatan, namun dibiarkan rusak selama lebih dari 15 tahun tanpa perbaikan berarti.

Warga menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan kewajiban mereka sebagai wajib pajak yang selama ini dibayarkan tepat waktu. Terlebih, Kota Cilegon kerap disebut sebagai “kota dolar” karena besarnya potensi industri dan pendapatan daerah.

Salah satu warga, Ma’mun, menyebut jalan tersebut sudah tidak layak dilintasi dan membahayakan pengguna jalan. Ia meminta pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Cilegon, turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Jalan ini menurut kami sudah tidak layak, apalagi untuk ukuran Kota Cilegon. Kami juga ingin diakui, ingin diperhatikan. Makanya biar para pejabat kenal kondisi kami, turun langsung ke sini dan lihat sendiri jalannya,” kata Ma’mun.

Ma’mun mengaku, selama belasan tahun kampungnya seolah terisolasi akibat minimnya pembangunan infrastruktur, terutama jalan. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan rawan kecelakaan.

“Kami sudah terisolir selama 15 tahun. Tidak ada pembangunan jalan sama sekali. Kalau bukan ke pemerintah, kami harus mengadu ke siapa lagi, khususnya ke Pemerintah Kota Cilegon,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, warga juga memasang spanduk bernada protes yang menyebut ancaman tidak menggunakan hak pilih alias golput pada Pemilu 2029 mendatang. Menurut Ma’mun, ancaman itu muncul karena warga sudah jenuh dengan janji-janji yang tak kunjung direalisasikan.

“Janji-janji yang disampaikan selama ini ternyata tidak ada hasilnya sampai sekarang,” tegasnya.

Warga lainnya yaitu Heru, menambahkan bahwa sepanjang dua kilometer jalan tersebut terdapat belasan titik kerusakan parah yang membutuhkan penanganan segera. Ia menyebut warga kerap diliputi rasa was-was, terutama saat melintas pada malam hari.

Pasalnya, kata Heru, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas, baik pengendara roda dua maupun roda empat, yang terjun ke jurang di sisi jalan akibat kondisi jalan rusak dan tidak adanya pembatas pengaman.

“Sudah ada korban yang jatuh ke tebing karena tidak ada pembatas jalan. Kami sangat berharap pemerintah segera membantu memperbaiki jalan ini,” ungkap Heru.

Harapan warga aksi ini dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cilegon dan DPRD agar segera ditangani dan merealisasikan perbaikan jalan yang telah lama mereka nantikan.

Sharing is scaring
Admin Sarekatcom

Admin Sarekatcom

Sarekat adalah media ruang menulis tanpa sekat. Mengangkat isu sosial, politik, dan budaya dari sudut pandang mereka yang kerap terpinggirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *