Ikamabar Jakarta Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur dan Hunian Korban Banjir Bandang Aceh Barat
JAKARTA, SAREKAT – Ikatan Mahasiswa Aceh Barat Jakarta bersama PB HMI dan DEMA STAIN TDM melakukan kunjungan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Barat. Kunjungan tersebut dilakukan di Desa Sikundo, Jambak, dan beberapa wilayah lain di Kecamatan Pante Ceureumen.
Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, Ikamabar Jakarta menilai proses pemulihan pascabencana masih belum berjalan maksimal. Sejumlah kebutuhan dasar masyarakat dinilai belum terpenuhi, mulai dari hunian layak hingga perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang.
Ketua Umum Ikamabar Jakarta, Tamlekha, menyampaikan bahwa masyarakat terdampak masih menghadapi berbagai kesulitan, terutama terkait tempat tinggal, akses fasilitas umum, serta kerusakan infrastruktur yang belum tertangani secara optimal.
Menurutnya, banyak rumah warga yang rusak akibat banjir belum mendapatkan perhatian serius untuk segera dibangun kembali. Selain itu, sejumlah fasilitas umum, akses jalan, hingga jembatan yang putus juga belum diperbaiki, sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
“Banyak anak-anak kesulitan pergi ke sekolah karena harus menyeberangi sungai akibat jembatan yang rusak. Kondisi ini juga menghambat mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Tamlekha.
Ia menegaskan, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat harus segera mengambil langkah konkret agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal pascabencana.
“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Banyak warga masih hidup dalam keterbatasan dan belum merasakan pemulihan yang maksimal. Pemerintah harus segera hadir secara nyata untuk memastikan masyarakat bisa kembali hidup normal,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Ikamabar Jakarta juga menyoroti kondisi hunian sementara (huntara) yang dinilai belum memiliki fasilitas air bersih yang memadai. Kondisi tersebut dianggap memprihatinkan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.
Dalam kunjungan tersebut, Ikamabar Jakarta mendesak pemerintah untuk segera:
1. Mempercepat pembangunan kembali rumah warga terdampak;
2. Memperbaiki fasilitas umum yang rusak;
3. Memastikan ketersediaan air bersih di huntara;
4. Memperbaiki jalan dan akses transportasi masyarakat;
5. Mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Ikamabar Jakarta menegaskan bahwa masyarakat Aceh, khususnya Aceh Barat, membutuhkan tindakan nyata dan cepat agar tidak terus berada dalam kondisi sulit berkepanjangan akibat lambatnya proses pemulihan pascabencana.

