Catatan

Studi Mengungkap Kebiasaan Menonton Video Pendek Tingkatkan Risiko Penurunan Fungsi Otak dan Kesehatan Mental

SAREKAT – CATATAN, Lonjakan popularitas video pendek di berbagai platform digital kini mendapat sorotan serius dari komunitas ilmiah. Sebuah studi berskala besar yang dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Psychological Bulletin mengemukakan bahwa kebiasaan menonton konten video berdurasi singkat—seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts—berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif serta kesehatan mental penggunanya.

Studi bertajuk “Feeds, Feelings, and Focus: A Systematic Review and Meta-Analysis Examining the Cognitive and Mental Health Correlates of Short-Form Video Use” ini dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Griffith University, Australia. Penelitian tersebut merupakan meta-analisis luas yang menggabungkan 71 studi berbeda, melibatkan hampir 100.000 partisipan dari berbagai negara. Dengan cakupan sebesar ini, laporan tersebut menjadi salah satu tinjauan ilmiah terbesar mengenai dampak video pendek terhadap otak manusia.

Temuan Penting: Dampak pada Kognisi

Peneliti menemukan bahwa intensitas konsumsi video pendek secara konsisten berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif. Penurunan ini terutama meliputi tiga aspek utama:

1. Kognisi secara umum
Pengguna yang sering menonton video pendek cenderung menunjukkan penurunan pada kemampuan berpikir yang lebih luas, termasuk pemrosesan informasi dan kemampuan pengambilan keputusan.

2. Memori
Paparan konten cepat dan serba ringkas dinilai dapat menurunkan kapasitas memori kerja, yakni kemampuan otak menahan dan memproses informasi dalam waktu singkat.

3. Atensi atau fokus
Video pendek, yang didesain untuk memberikan stimulasi cepat dan intens, dinilai dapat menurunkan kemampuan mempertahankan fokus terhadap tugas jangka panjang. Peneliti menggambarkan fenomena ini sebagai “pergeseran toleransi otak terhadap stimulasi lambat”, yang membuat pengguna lebih mudah terdistraksi.

Visualisasi temuan dalam bentuk forest plot pada laporan tersebut menunjukkan pola yang konsisten: semakin sering seseorang mengonsumsi video pendek, semakin besar indikasi penurunan di berbagai domain kognitif.

Dampak pada Kesehatan Mental

Selain kemampuan otak, konsumsi video pendek juga berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental. Penelitian merangkum bahwa kebiasaan tersebut berkaitan dengan:

Peningkatan stres
Banyaknya informasi cepat serta derasnya perubahan konten dinilai dapat menimbulkan overstimulasi pada sistem saraf.

Lebih tinggi kemungkinan mengalami kecemasan (ansietas)
Tekanan untuk terus mengikuti tren, perbandingan sosial, serta pola konsumsi cepat disebut sebagai faktor pemicu kecemasan di kalangan pengguna aktif.

Gangguan tidur
Peneliti juga menemukan bahwa banyak pengguna yang menonton video pendek di malam hari, sehingga paparan layar dan rangsangan cepat mengganggu siklus tidur alami.

Efek-efek ini tidak muncul secara instan, namun cenderung berkembang melalui akumulasi kebiasaan menonton video pendek dalam jangka panjang.

Peringatan bagi Masyarakat dan Pembuat Kebijakan

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak serta-merta berarti video pendek secara langsung menyebabkan kerusakan otak atau gangguan mental. Namun, pola asosiasi yang kuat antarstudi menjadi sinyal bahwa konsumsi video pendek dalam durasi panjang dan intensitas tinggi dapat membawa dampak serius jika tidak diatur.

Penelitian ini juga menjadi peringatan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk lebih memperhatikan pola konsumsi media digital, terutama di kalangan remaja dan anak-anak yang otaknya masih berkembang. Kebiasaan menonton video pendek disebut dapat memengaruhi struktur kebiasaan, preferensi terhadap stimulasi cepat, dan kemampuan menahan fokus di sekolah.

Kesimpulan

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kebiasaan menonton video pendek di berbagai platform digital berkaitan dengan peningkatan risiko penurunan kemampuan otak dan kesehatan mental. Meskipun tidak bersifat kausal, temuan tersebut cukup kuat untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah meningkatnya popularitas konten berdurasi singkat.

Para ahli menganjurkan agar pengguna membatasi durasi konsumsi video pendek, menyeimbangkan aktivitas digital dengan kegiatan yang lebih menstimulasi secara sehat, serta menjaga pola tidur dan fokus.

Dengan terus berkembangnya teknologi dan pola konsumsi media, penelitian serupa dipandang penting untuk dilakukan di masa mendatang guna memahami dampak jangka panjang media cepat terhadap kesehatan mental masyarakat.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *