Kilas

Refleksi Hari Guru Nasional: Seremoni Tahunan yang Butuh Penguatan Substantif

SAREKAT – KILAS, Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap 25 November dinilai masih berkutat pada seremoni simbolik tanpa diiringi penguatan kebijakan yang benar-benar menegaskan peran dan martabat guru. Hal itu disampaikan Pembina OSIS MA Dail Khairaat, Hasbi M. Ashidiqi, dalam refleksi publiknya mengenai posisi guru dalam ekosistem pendidikan nasional.

Menurut Hasbi, guru bukan hanya pengajar mata pelajaran, melainkan penjaga moral, pembimbing karakter, sekaligus teladan bagi peserta didik. “Apresiasi simbolik tidak sebanding dengan luasnya tanggung jawab yang guru pikul setiap hari,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mencantumkan peringatan Hari Guru Nasional, pengakuan tersebut belum disertai penguatan hak secara struktural. Tidak ada insentif legal seperti cuti bersama, tunjangan peringatan, atau bentuk penghargaan lain yang mempertegas posisi guru sebagai garda terdepan pembangunan bangsa.

“Pengakuan tanpa penguatan hanya menjadikan HGN sebagai rutinitas tahunan yang hampa,” kata Hasbi. Padahal, amanat konstitusi menempatkan guru sebagai ujung tombak pencerdasan bangsa, sementara visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan dukungan penuh terhadap kesejahteraan guru.

Ia juga menyinggung ketimpangan kesejahteraan antara guru berstatus tetap dan guru honorer yang hingga kini belum terselesaikan. Meski memikul beban dan tanggung jawab yang sama, kesenjangan hak dan kesejahteraan keduanya masih jauh dari kata adil.

Dengan kondisi tersebut, Hasbi menilai sudah saatnya pemerintah mengambil langkah konkret melalui revisi regulasi. Ia mendorong agar peringatan HGN tidak lagi berhenti pada panggung apresiasi, slogan inspiratif, atau seremoni seremonial, melainkan menjadi momentum afirmasi nyata untuk memperkuat martabat guru secara hukum dan kebijakan.

“Guru tidak membutuhkan selebrasi tahunan. Mereka membutuhkan legitimasi, perlindungan, dan penghargaan substantif yang sepadan dengan amanah besar yang mereka emban,” tegasnya.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *