PP GMKI Desak Polda Malut: Transparan Laporan Terkait Aksi Demonstrasi di Halmahera Barat
JAILOLO, SAREKAT – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) melalui Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan mendesak Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) untuk menindaklanjuti dengan bijak dan adil laporan yang diajukan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo terhadap tiga orang pendemo di wilayah Halmahera Barat. Salah satu pendemo tersebut diketahui merupakan Sekretaris Cabang GMKI Jailolo.
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan Kabid Akspel PP GMKI, aksi demonstrasi yang dilakukan merupakan wujud penyampaian aspirasi masyarakat dan mahasiswa terkait pelayanan serta kondisi di lingkungan RSUD Jailolo.
Pihaknya menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah bentuk perlawanan atau peperangan, melainkan saluran demokrasi yang dijamin oleh hukum.
“Kami melihat persoalan ini lebih mendasar. Jika muncul keluhan dan aksi penyampaian aspirasi, hal itu sebenarnya menjadi cerminan adanya kegagalan dalam pelayanan dan pengelolaan institusi itu sendiri, bukan kesalahan pihak yang menyampaikan pendapatnya,” ujar Kabid Akspel PP GMKI.
PP GMKI meminta aparat kepolisian tidak bersikap represif dan memproses kasus ini dengan mengedepankan prinsip keadilan serta keterbukaan.
Pihak kepolisian diharapkan dapat mengkaji latar belakang aksi tersebut sekaligus memfasilitasi pertemuan damai antara pihak manajemen rumah sakit dan masyarakat agar permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah.
Sampai berita ini diturunkan, Polda Malut dan Kepolisian Resor Halmahera Barat belum memberikan tanggapan resmi.

