Mengenal asam nitrat (HNO₃) dan Bahaya nya Bagi Kesehatan jika Terhirup
CILEGON, SAREKAT — Peristiwa kebocoran gas yang terjadi di kawasan industri PT Vopak pada Sabtu, 31 Januari 2026, kembali menyoroti seriusnya risiko keselamatan kerja dan ancaman kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat sekitar. Insiden tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi paparan bahan kimia berbahaya, salah satunya asam nitrat (HNO₃), yang dikenal sangat berisiko apabila terhirup dalam bentuk uap atau kabut.
Puluhan warga pun dilarikan kerumah sakit akibat terpapar asam nitrat ini. Asam nitrat merupakan zat kimia yang bersifat korosif dan toksik yang dapat menyebabkan dampak serius terhadap sistem pernapasan. Jika terpapar dengan uap HNO₃ ini dapat mengakibatkan iritasi berat pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Gejala awal yang umum dirasakan yaitu batuk hebat, sesak napas, nyeri dada, serta sensasi terbakar di saluran pernapasan.
Lebih lanjut, pada tingkat paparan sedang hingga tinggi, asam nitrat dapat memicu edema paru, yakni penumpukan cairan di paru-paru. Kondisi ini tergolong berbahaya karena gejalanya kerap muncul beberapa jam setelah paparan, sehingga sering kali tidak disadari sejak awal. Tanda-tandanya antara lain napas cepat dan berat, bunyi mengi saat bernapas, serta kelelahan ekstrem.
Sifat korosif asam nitrat juga berpotensi menyebabkan chemical pneumonitis atau peradangan paru akibat luka bakar kimia pada jaringan pernapasan. Dampak lanjutan dari kondisi ini adalah penurunan kadar oksigen dalam darah yang dapat menyebabkan pusing, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.
Dalam konsentrasi tinggi atau paparan berkepanjangan, terutama di area tertutup dengan ventilasi yang tidak memadai, paparan asam nitrat dapat berujung pada kegagalan pernapasan dan risiko kematian. Oleh karena itu, setiap insiden kebocoran gas di kawasan industri seperti yang terjadi di PT Vopak harus diperlakukan sebagai kondisi darurat.
Tanda-tanda paparan berat yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas parah, bibir atau ujung jari membiru, batuk berdarah, serta penurunan kesadaran. Dalam situasi tersebut, korban harus segera menjauh dari sumber paparan ke area dengan udara segar, melonggarkan pakaian, dan segera mendapatkan penanganan medis, meskipun gejala awal tampak ringan, mengingat dampak paparan zat kimia dapat bersifat tertunda.
Insiden kebocoran gas di PT Vopak ini dinilai menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan industri untuk memperketat pengawasan keselamatan kerja, meningkatkan sistem deteksi dini kebocoran gas, serta memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara ketat. Asam nitrat dan bahan kimia sejenis tidak boleh ditangani tanpa APD lengkap, seperti masker respirator, kacamata pelindung, sarung tangan khusus, serta sistem ventilasi yang memadai.
Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dan kesiapsiagaan tanggap darurat dinilai mendesak dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang berpotensi mengancam keselamatan pekerja dan masyarakat luas di sekitar kawasan industri.

