Lonjakan Mobilitas Lebaran, Infrastruktur Terminal Merak Ikut Diuji
MERAK, SAREKAT – Peningkatan arus penumpang selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Merak tercatat signifikan. Jumlah pergerakan masyarakat diperkirakan melonjak hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan tingginya aktivitas di jalur utama penghubung Jawa–Sumatra.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Terpadu Merak, Alam Surya Wijaya, menyampaikan bahwa lonjakan tersebut sudah mulai terlihat sejak awal masa mudik. Meski begitu, data resmi masih dalam tahap rekapitulasi sehingga angka final belum dapat dipastikan.
“Ada kenaikan, estimasinya sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun data final masih dalam proses akumulasi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi tingginya arus penumpang, pihak terminal meningkatkan kapasitas layanan, khususnya armada transportasi. Jika pada kondisi normal tersedia sekitar 200 unit bus, maka pada periode arus balik jumlahnya ditambah menjadi sekitar 300 unit dari berbagai perusahaan otobus (PO).
“Untuk arus balik, kami telah menyiapkan sekitar 300 kendaraan,” tambahnya.
Penambahan armada ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan layanan akibat lonjakan mobilitas masyarakat. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri karena perencanaan masih harus menyesuaikan dengan data penumpang yang belum sepenuhnya terverifikasi secara real time.
Selain itu, pengelola terminal bersama aparat terkait juga memperketat pengawasan serta meningkatkan kesiapan personel di lapangan. Langkah ini dilakukan guna mengurai kepadatan yang biasanya terjadi pada puncak arus mudik dan balik.
Meski demikian, sejumlah pengguna jasa masih mengeluhkan fasilitas terminal, terutama tidak berfungsinya elevator di dalam area. Menanggapi hal tersebut, pihak terminal telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator.
“Sudah kami koordinasikan dengan ASDP, dan diketahui terjadi gangguan sistem yang membutuhkan penanganan teknis,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan fasilitas operasional terminal, termasuk perbaikan sarana, merupakan tanggung jawab ASDP.
Lonjakan arus ini menunjukkan bahwa kesiapan tidak hanya diperlukan pada sisi armada dan personel, tetapi juga pada infrastruktur pendukung. Tanpa fasilitas yang optimal, potensi gangguan layanan di tengah tingginya mobilitas masyarakat akan semakin besar.
Sebagai simpul strategis penyeberangan Jawa–Sumatra, Terminal Terpadu Merak kembali diuji dalam menjaga keseimbangan antara lonjakan permintaan dan kesiapan sistem. Evaluasi berbasis data serta peningkatan infrastruktur menjadi kunci untuk memastikan kelancaran arus di masa mendatang.

