Kramatwatu Melawan! Gusdurian Serang Dukung Gerakan Rakyat Lawan Truk ODOL
SAREKAT — SERANG, Aksi demonstrasi besar-besaran warga dan mahasiswa di Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (16/10/2025), terus menuai dukungan dari berbagai kalangan. Ketua Gusdurian Serang, Sahril, menyampaikan apresiasinya atas gerakan yang dinilai sebagai bentuk “gerakan murni kerakyatan” untuk menuntut keselamatan warga di jalur padat truk ODOL (Over Dimension Over Load).
“Tentu atas terjadinya gerakan murni kerakyatan di Kramatwatu hari ini, saya berharap tuntutan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara saksama, agar tidak ada lagi kemungkinan kecelakaan di sepanjang jalan Kramatwatu,” ujar Sahril kepada awak media, Kamis (16/10).
Menurut Sahril, aksi ini mencerminkan keresahan nyata masyarakat yang selama ini menjadi korban ketidakdisiplinan pengemudi truk dan lemahnya penegakan aturan. Ia mendesak agar pemerintah daerah dan aparat terkait segera menindaklanjuti enam tuntutan utama warga.
Adapun tuntutan aksi demonstrasi di Kramatwatu antara lain:
1. Pemerintah diminta mengeluarkan kebijakan strategis terkait Truk ODOL yang merugikan masyarakat.
2. Mengaktifkan kembali rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalur padat truk.
3. Menghidupkan Penerangan Jalan Umum (PJU) khususnya di wilayah Kramatwatu dan sekitarnya.
4. Melakukan rekayasa lalu lintas demi keselamatan warga, termasuk pemasangan zebra cross di depan instansi pendidikan di sepanjang Jalan Serang–Cilegon.
5. Menertibkan parkir liar yang mengganggu arus lalu lintas.
6. Melakukan pengawasan dan penegakan hukum secara konsisten dan berkelanjutan oleh aparat kepolisian serta Dinas Perhubungan sesuai Perda Kabupaten Serang No. 6 Tahun 2015 Pasal 19.
Aksi tersebut menjadi puncak kemarahan warga terhadap maraknya truk ODOL yang kerap menyebabkan kemacetan dan kecelakaan. Warga berharap langkah tegas segera diambil agar keselamatan pengguna jalan, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kramatwatu, benar-benar terjamin.

