Membangun Budaya Damai, Mahasiswa KKN 12 UIN SMH Banten Dukung Launching Program Kampung REDAM di Desa Cileles
LEBAK, SAREKAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten berkontribusi aktif dalam pelaksanaan Seminar “Kampung Redam: Rekonsiliasi dan Perdamaian” pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) ini berlangsung di Kantor Desa Cileles, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerukunan, stabilitas sosial, serta penyelesaian konflik secara damai di tingkat lokal.
Melalui program Kampung Redam (Rekonsiliasi dan Perdamaian), masyarakat diajak untuk mengedepankan toleransi aktif, semangat gotong royong, dan komunikasi yang positif. Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini mendorong warga Desa Cileles untuk:
- Berperan aktif dalam mendeteksi dini potensi konflik sosial.
- Menjadi penengah (mediator) yang bijak saat terjadi perselisihan antarwarga.
- Cermat dan bijak dalam menyaring informasi guna mencegah penyebaran hoaks yang berpotensi memicu perpecahan.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 12 UIN SMH Banten, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bekal berharga. Nilai-nilai perdamaian yang didapat akan langsung diimplementasikan ke dalam program pengabdian masyarakat, seperti edukasi penyelesaian masalah secara damai dan penyuluhan toleransi bagi remaja desa.
Diharapkan sinergi antara Kemenham, Pemerintah Desa Cileles, dan mahasiswa KKN ini mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, harmonis, serta inklusif secara berkelanjutan.

