OtoSirkel

Intro “Belum Gajian” Cara Paling Ampuh untuk menghindari bayar utang

SAREKAT, OTOSIRKEL – “Duh belum gajian” adalah kalimat yang kadang ngeselin ketika kita menagih utang ke orang, bayangkan betapa kesalnya saat sudah jatuh tempo dan ternyata orang itu tidak membayar utang. Padahal saat ngutang orang itu dengan bersikukuh untuk memberikan kita utang. Namun ketika melihat story-story itu ternyata isinya liburan dan jalan-jalan semua, bagaimana kita tidak kesal dengan sikap orang itu. Berasa banget ditipu nya gk sih kalau di gituin?

Kasihan saat minjemin orang duit, tapi malah status belio malah jalan-jalan terus, apa lagi saat kita chat katanya belum gajian lagi. Bahkan yang paling parah nya ketika kita nagih itu sudah berbulan-bulan dia ngomong belum gajian terus, bagaimana tidak kesal ini orang sebenarnya kerjanya ikhlas atau apa sih ko bisa sampai berbulan-bulan dia gk gajian, mungkin pemikiran orang awam begitu, padahal sejatinya itu hanya omong kosong saja buat menutupi dirinya agar tidak membayar utang.

Padahal sejatinya itu hanya omong kosong saja buat menutupi dirinya agar tidak membayar utang.

Dan di titik itulah kita sering dihadapkan pada dua pilihan: tetap nagih dengan tegas atau malah jadi tidak enakan. Yang kedua ini yang paling sering terjadi. Kita takut dianggap pelit, takut merusak hubungan, atau takut dicap tidak punya empati. Padahal yang kita lakukan itu bukan minta-minta, tapi menagih hak kita sendiri.

Fenomena “belum gajian” ini seperti sudah jadi template nasional. Sebuah kalimat sakti yang bisa mengulur waktu, meredam konflik, sekaligus menjaga citra diri. Orang yang pakai kalimat ini seolah ingin bilang, “Gue juga lagi susah kok,” meskipun realitanya story Instagram-nya lagi di kafe, di pantai, atau di tempat wisata.

Ironisnya, banyak dari kita yang akhirnya luluh. Kita menunda menagih, memberi kelonggaran, bahkan sampai lupa kalau kita pernah meminjamkan uang. Sementara si peminjam makin nyaman, karena tahu bahwa kita bukan tipe orang yang tega menekan.

Di sinilah masalah sebenarnya, bukan cuma soal utang, tapi soal batasan. Ketika kita tidak punya batasan yang jelas, orang lain akan dengan mudah menggesernya.

Padahal, memberi utang itu bukan kewajiban. Itu bentuk kebaikan. Dan setiap kebaikan berhak untuk dihargai, bukan dimanfaatkan.

Jadi kalau kamu ada di posisi ini, mungkin sudah waktunya mengubah cara pandang. Menagih utang bukan berarti kamu jahat. Tegas bukan berarti kamu kejam. Justru dengan tegas, kamu sedang menjaga dirimu sendiri agar tidak terus-terusan dirugikan.

Kalau masih terus diberi ruang dengan alasan “belum gajian”, jangan heran kalau kalimat itu akan terus dipakai. Karena bagi sebagian orang, alasan itu bukan kondisi — tapi strategi.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *