AktualKilas

Barisan Muda Qudwah Gelar Kajian Penolakan LGBT, Dorong Penguatan Keluarga dan Pendidikan Karakter

MAJALAYA, SAREKAT – Barisan Muda Qudwah (BMQ) menggelar kajian bertema penolakan terhadap LGBT di Majalaya, Jumat (14/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, BMQ menyampaikan pandangannya bahwa isu LGBT merupakan bagian dari ancaman non militer yang perlu mendapat respons konkret dari negara.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ghozi Sungkar selaku perwakilan BMQ di hadapan peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan berupa kajian, bedah buku, dan diskusi.

“Kalau isu LGBT ditempatkan sebagai bagian dari ancaman non militer, maka respons negara tidak cukup berhenti pada penyebutan atau pelabelan. Harus ada langkah konkret melalui penguatan keluarga, pendidikan karakter, literasi digital, dan pembinaan generasi muda.” Ujar Ghozi Sungkar selalu perwakilan BMQ.

“Kami tidak mendorong kebencian atau kekerasan terhadap individu, tetapi mendorong negara hadir dalam menjaga ketahanan keluarga dan nilai-nilai yang menjadi fondasi masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Malam puncak kegiatan BMQ turut dihadiri oleh berbagai unsur pelajar dan komunitas kepemudaan di wilayah Bandung Selatan. Di antaranya OSIS Al Azhar Majalaya, RG/UG Al Mu’min, OSIS Al Mufasir, Pemuda & Pemudi Persis Ciparay, Arkamaya, Komunitas Genre, Komunitas Fun Run, Majalaya Hijrah, serta keluarga besar Barisan Muda Qudwah.

Menurut BMQ, penguatan peran keluarga, pendidikan karakter, dan literasi digital menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan generasi muda di tengah derasnya arus informasi. Organisasi tersebut menilai sinergi antara negara, keluarga, sekolah, dan komunitas diperlukan untuk memperkuat nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan yang diisi dengan kajian, bedah buku, dan diskusi tersebut, BMQ berharap dapat memperkuat kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga ketahanan keluarga, membangun karakter, serta menghadapi tantangan era digital dengan berlandaskan nilai-nilai agama dan moral.

Sharing is scaring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *