CatatanLiputan

ASDP Perkuat Layanan Arus Balik, 91 Ribu Penumpang Tinggalkan Sumatera ke Jawa

BAKAUHENI, SAREKAT — Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa terus mengalami peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan guna memastikan perjalanan pemudik tetap lancar, aman, dan nyaman.

Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran per 23 Maret 2026 (H+1) pukul 00.00–23.59 WIB, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 91.657 orang. Angka ini meningkat 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 57.801 orang.

Sementara itu, jumlah kendaraan tercatat sebanyak 25.332 unit atau naik 70,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 14.866 unit.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan tren kenaikan arus balik diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus balik diprediksi terjadi bertahap pada Selasa (24/3), serta kembali meningkat pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3).

“Hingga H+2 pada 24 Maret pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang mencapai 50.631 orang atau naik 53,5 persen, dengan total kendaraan 12.654 unit atau meningkat 48,1 persen,” ujarnya.

Secara kumulatif, pergerakan arus balik hingga H+2 tercatat mencapai 142.288 penumpang dan 37.634 unit kendaraan atau sekitar 15 persen dari total trafik arus mudik.

ASDP mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak guna meminimalisasi antrean dan kepadatan di pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Jumlah kapal yang dioperasikan berkisar antara 28 hingga 33 unit per hari, disesuaikan dengan tingkat kepadatan.

Selain itu, ASDP menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan. Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, baik di Bakauheni maupun Merak.

“Buffer zone tidak hanya sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga lokasi verifikasi tiket. Pengguna jasa yang tidak memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sedangkan yang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” jelasnya.

Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis. Pengoperasian dermaga tambahan turut disiapkan sebagai langkah kontingensi jika terjadi lonjakan volume.

ASDP turut mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui platform Ferizy yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan.

“Tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket secara mandiri melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan,” tegas Heru.

Secara kumulatif, data H-10 hingga H+1 mencatat jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 572.270 orang atau meningkat 11,8 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan tercatat 127.363 unit atau naik 19,7 persen.

Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera, total penumpang mencapai 995.119 orang atau meningkat 1,5 persen, dengan jumlah kendaraan sebanyak 262.986 unit atau naik 5,9 persen.

Dengan kesiapan operasional dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga layanan tetap andal demi kelancaran arus balik Lebaran 2026.

Sharing is scaring
Admin Sarekat

Admin Sarekat

Sarekat adalah media ruang menulis tanpa sekat. Mengangkat isu sosial, politik, dan budaya dari sudut pandang mereka yang kerap terpinggirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *