KampusSosok

Merawat Nalar, Menulis Sejarah: Kader HMI (p) UCA Luncurkan ‘Merah Putih di Ujung Senja’

Kabupaten Tangerang, SAREKAT — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat (P) UCA kembali menegaskan perannya sebagai ruang kaderisasi yang tidak hanya melahirkan aktivis gerakan, tetapi juga intelektual yang produktif dan berdaya cipta. Hal tersebut tercermin melalui capaian salah satu kader terbaiknya, Muhamad Sholeh, yang berhasil melahirkan sebuah karya novel berjudul “Merah Putih di Ujung Senja.”

Karya ini hadir bukan sekadar sebagai produk literasi, melainkan sebagai manifestasi dari kesadaran kritis seorang kader dalam membaca realitas sosial, kebangsaan, dan dinamika kehidupan yang penuh kontradiksi. Di tengah arus pragmatisme yang kian menggerus tradisi intelektual mahasiswa, lahirnya karya ini menjadi penegasan bahwa kader HMI tetap berpijak pada nilai-nilai dasar perjuangan menjaga nalar, merawat gagasan, dan menyalakan harapan melalui tulisan.

Ketua Umum HMI Komisariat (P) UCA, Riswandi Ab’ur, menyampaikan bahwa karya tersebut merupakan representasi nyata dari watak kader HMI yang tidak hanya aktif dalam ruang-ruang diskusi dan aksi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dalam bentuk karya yang hidup dan berdampak.

Menurutnya, menulis adalah bentuk perjuangan yang paling sunyi namun memiliki daya jangkau paling panjang dalam membentuk peradaban.

Ia juga menegaskan bahwa capaian kader HMI dalam melainkan gagasan lewat tulisan menjadi cerminan bahwa proses kaderisasi akan terus update di HMI Komisariat (P) UCA.

“Dalam situasi di mana dunia akademik kerap terjebak dalam rutinitas formal tanpa produktivitas gagasan, HMI Komisariat (P) UCA justru hadir sebagai ruang alternatif yang menjaga tradisi intelektual tetap hidup dan relevan,” tegasnya.

Novel “Merah Putih di Ujung Senja” menjadi simbol bahwa kader HMI mampu membaca zaman, merespons kegelisahan sosial, dan menerjemahkannya ke dalam karya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga mengandung pesan kebangsaan yang kuat. Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kader lainnya untuk terus berkarya, berpikir kritis, dan mengambil peran dalam membangun peradaban melalui literasi.

Dengan semangat “Yakin Usaha Sampai”, HMI Komisariat (P) UCA berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya kader-kader yang tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi juga penulis masa depan bangsa.

“Apa yang ditunjukkan oleh Muhamad Sholeh hari ini adalah bukti bahwa kader HMI mampu berdiri di garis depan dalam menjaga marwah intelektualitas dan menghidupkan kembali tradisi literasi sebagai bagian dari perjuangan,” pungkasnya.

Terus bertukar gagasan, menginspirasi, dan menebar manfaat untuk agama, nusa, dan bangsa.

Sharing is scaring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *