MAHAPEKA Gelar Nobar Film “Pesta Babi”, Bahas Budaya, Militerisme, dan Lingkungan
SERANG, SAREKAT – Mahasiswa Pecinta Alam Kelestarian Alam Banten [MAHAPEKA] UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar nonton bareng film Pesta Babi pada Kamis (21/05/2026) di Pusgiwa, Kampus 2 UIN SMH Banten.
Kegiatan ini mengusung tema Budaya, Militerisme, dan Lingkungan: Ketika Kuasa Merusak Ketiganya sebagai ruang refleksi bagi pengurus dan anggota periode 2026.
Diskusi dipandu oleh *Kang Oplay*, anggota MAHAPEKA sekaligus penggiat alam yang aktif dalam isu advokasi lingkungan dan sosial di Banten. Menurutnya, film karya Kimo Stamboel ini relevan untuk melihat keterkaitan tiga isu tersebut.
“Di _Pesta Babi_, budaya dipelintir jadi alat kontrol, militerisme dipakai untuk membungkam, dan lingkungan jadi korban karena kekuasaan yang serakah. Ini bukan fiksi jauh. Kita lihat polanya di banyak daerah, termasuk Banten,” ujar Kang Oplay saat membuka forum.
Acara dibagi dua sesi: pemutaran film dan diskusi terbuka. Mahasiswa membahas bagaimana tradisi bisa dibelokkan untuk melegitimasi kekerasan, bagaimana aparat dan preman bekerja sama menjaga status quo, dan bagaimana kerusakan lingkungan terjadi ketika tidak ada yang berani bersuara.
Ketua Umum MAHAPEKA Periode 2026, [Bomel], menegaskan pentingnya melihat persoalan secara utuh.
“Tema pelantikan kita ‘Bersinergi dalam Aksi, Berdedikasi untuk Lestari’. Lestari itu bukan cuma hutan dan sungai. Budaya yang sehat dan kekuasaan yang tidak represif juga harus lestari. Kalau salah satu rusak, semuanya ikut runtuh,” katanya.
Peserta aktif mengaitkan isi film dengan kasus lokal, mulai dari alih fungsi lahan adat, intimidasi terhadap warga yang menolak tambang, sampai hilangnya ruang diskusi di tingkat kampus.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama: setiap divisi akan memasukkan evaluasi isu budaya, HAM, dan lingkungan dalam rencana kerja 2026.
Dengan forum ini, MAHAPEKA menegaskan bahwa kerja lingkungan tidak bisa dipisahkan dari pembelaan terhadap budaya yang jujur dan kekuasaan yang akuntabel.

