Viral Bendera One Piece, DPR Anggap Bisa Picu Perpecahan
SAREKAT – LIPUTAN, 1 Agustus 2025 Aksi pengibaran bendera bajak laut ala manga One Piece yang marak beredar di media sosial memicu reaksi keras dari sejumlah tokoh parlemen. Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR RI, Firman Soebagyo, menilai tindakan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu instabilitas nasional.
Menurut Firman, bendera Jolly Roger yang identik dengan lambang tengkorak bertopi jerami dalam serial manga dan anime Jepang itu—bisa dikategorikan sebagai simbol perlawanan yang mengarah pada tindakan makar, terutama jika digunakan dalam konteks anti-pemerintah.
“Ini bentuk provokasi yang bisa merugikan bangsa dan negara. Jika tidak ditindak, bisa menjadi preseden buruk. Aparat harus bertindak tegas, termasuk memanggil dan membina pihak-pihak yang terlibat,” tegas Firman.
Senada, Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, juga menyampaikan kekhawatirannya atas fenomena ini. Ia menduga ada gerakan yang terorganisir di balik pemasangan bendera yang viral tersebut.
“Bukan hal kebetulan. Saya sudah mendapat laporan dari sejumlah lembaga, termasuk intelijen, soal penyebaran bendera ini. Diduga ada gerakan sistematis untuk memecah belah kesatuan bangsa,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Diketahui, dalam serial One Piece, bendera tersebut melambangkan kebebasan para bajak laut yang menolak tunduk pada aturan dunia. Namun, menurut para legislator, jika simbol ini dimaknai secara literal sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah, maka harus diwaspadai dan ditindak.

