LiputanMendalam

Taman Nasional Tesso Nilo Terus Tergerus, Populasi Gajah Sumatera Turun Drastis

SAREKAT — RIAU, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali menjadi sorotan akibat kondisi kawasan yang kian memprihatinkan. Sebagai salah satu harta karun alam terakhir di dataran rendah Sumatera, kawasan ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, terutama bagi spesies langka dan terancam punah.

TNTN diketahui merupakan habitat penting bagi Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, dan Tapir. Namun, sejak 2014, hutan di kawasan tersebut terus menyusut akibat maraknya perkebunan kelapa sawit ilegal serta pembangunan pemukiman oleh pendatang.

Saat ini, hanya sekitar 15 persen atau 12.561 hektare kawasan yang masih berfungsi sebagai hutan alami. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan hidup 360 spesies flora dan 216 spesies fauna yang bergantung pada ekosistem hutan Tesso Nilo.

Populasi Gajah Sumatera menjadi salah satu yang paling terdampak. Jumlahnya dilaporkan turun dari sekitar 200 ekor pada 2024 menjadi hanya 150 ekor pada 2025. Penurunan ini menambah kekhawatiran terhadap masa depan spesies yang statusnya sudah kritis di alam liar.

Pembukaan lahan ilegal yang terus berlangsung menjadi ancaman utama, dan para pemerhati lingkungan kembali mendesak penguatan pengawasan serta penegakan hukum untuk menyelamatkan salah satu kawasan hutan terpenting di Indonesia tersebut.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *