Rekomendasi konten buat orang yang tidak Pede di depan kamera
SAREKAT, OTOSIRKEL – Tidak semua orang pede untuk berbicara di depan kamera, padahal sebenarnya sih buat bikin konten di media sosial sekarang cukup mudah dan praktis, tinggal bagaimana kita nya saja yang mengolah konten tersebut untuk menjadi menarik dan unik.
Namun, masalahnya yang terjadi saat ini adalah hampir semua orang hanya menyukai video konten daripada tulisan yang berupa web dan blog, kebanyakan yang mengembangkan situs web dan blog itu adalah orang-orang yang mungkin tidak pede depan kamera buat bikin konten.
Padahal kita tahu seperti YouTube, Instagram, Tiktok sekali mendapatkan endorse bukan main-main keuntungan nya, apa lagi YouTube walaupun kita tidak mendapatkan endorse dari luar pun, YouTube akan membayar kita jika sudah termonetisasi.
Namun, bagi mereka yang tidak Pede depan kamera banyak hal lain juga yang bisa dijadikan konten yang benar-benar asli dan rill tanpa copas kesana kesini dan bisa termonetisasi, mungkin teman-teman bisa mencobanya.
Kalau kamu belum pede tampil di depan kamera, bukan berarti kamu nggak bisa bikin konten menarik. Banyak banget format konten yang tetap engaging tanpa harus “show face”. Ini beberapa ide yang bisa kamu pakai:
1. Konten Voice Over (Suara Kamu Aja)
Kamu cukup rekam suara, lalu tambahkan visual pendukung (foto, video stok, atau footage sendiri).
Contoh:
- Cerita pengalaman hidup
- Opini sosial / keresahan sehari-hari
- Edukasi ringan (misalnya sejarah, tips, motivasi)
Format ini banyak dipakai kreator seperti Raditya Dika di beberapa konten storytelling-nya.
2. Konten Tulisan (Text-Based Video)
Tampilan hanya teks + musik + visual sederhana.
Contoh:
- Quotes reflektif
- Puisi atau opini
- Cerita pendek kehidupan
Cocok banget buat akun yang ingin membangun vibe estetik atau kontemplatif.
3. POV / Sudut Pandang Tangan (No Face)
Kamera cukup fokus ke tangan atau aktivitas kamu.
Contoh:
- Ngetik di laptop
- Nulis di buku
- Ngopi sambil kerja
- Packing barang
Konten ini sering dipakai kreator lifestyle seperti Jerome Polin saat bikin video belajar atau produktivitas.
4. Konten B-roll Cinematic
Ambil footage suasana sekitar kamu, lalu tambahkan narasi.
Contoh:
- Jalanan kota saat pagi
- Suasana hujan
- Perjalanan naik motor
- Aktivitas di kampus atau kantor
Kombinasi visual + narasi bisa bikin konten terasa “deep” tanpa harus tampil.
5. Podcast Mini (Tanpa Wajah)
Cukup rekam suara kamu ngobrol tentang topik tertentu.
Contoh:
- Curhat kehidupan
- Opini isu sosial
- Self improvement
- Cerita pengalaman organisasi
Banyak kreator seperti Deddy Corbuzier juga mengandalkan kekuatan suara & obrolan.
6. Konten Ilustrasi / Animasi Sederhana
Kalau kamu suka desain, kamu bisa pakai:
- Canva
- CapCut
- After Effects sederhana
- Format ini cocok untuk:
- Edukasi
- Storytelling
- Kritik sosial
7. Konten Edukasi Slide (Carousel Video)
Bikin seperti slide presentasi, contohnya bisa seperti:
- 5 Cara Mengatasi Overthinking
- 3 Kesalahan Anak Muda Saat Cari Kerja
- Kenapa Kita Harus Punya Prinsip Hidup
Tips nya supaya tetap menarik walaupun tidak tampil yaitu:
- Fokus ke value (isi konten)
- Gunakan musik yang emosional / relate
- Pakai hook kuat di 3 detik pertama
- Jaga konsistensi tema akun

