CatatanLiputan

Rating Game IGRS Tuai Polemik, Gamer Soroti Penerapan di Platform Digital

JAKARTA, SAREKAT – Penerapan sistem rating game versi Indonesia Game Rating System (IGRS) mulai menuai sorotan dari kalangan gamer di Indonesia. Sejumlah penilaian usia terhadap beberapa judul game dinilai tidak konsisten dan memicu perdebatan di media sosial.

Dalam sebuah unggahan yang beredar di Instagram, terlihat perbandingan rating beberapa game populer. Game seperti Dota 2 dan EA Sports FC 26 dikategorikan dalam rating 18+, sementara beberapa judul lain seperti PUBG: Battlegrounds, Grand Theft Auto: San Andreas, hingga game lokal Upin & Ipin Universe justru masuk kategori 3+.

Kontroversi mencuat setelah akun komunitas gamer menyebut bahwa rating untuk game manajemen sepak bola dinilai terlalu rendah dan tidak mencerminkan kompleksitas permainan. Bahkan disebutkan, game tersebut dianggap “sangat ramah dimainkan balita,” yang kemudian memicu kritik dari warganet.

Sementara itu, seorang pengguna media sosial menilai bahwa sistem rating IGRS seharusnya hanya berfungsi sebagai penanda usia, bukan dijadikan dasar untuk pembatasan akses atau pemblokiran platform seperti Steam. Ia juga menambahkan bahwa mayoritas pengguna Steam di Indonesia merupakan kalangan tertentu yang memiliki perangkat komputer atau laptop gaming.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa implementasi sistem rating game di Indonesia masih memerlukan evaluasi, khususnya dalam hal konsistensi penilaian dan dampaknya terhadap ekosistem industri game serta para pemain.

Sharing is scaring
Admin Sarekat

Admin Sarekat

Sarekat adalah media ruang menulis tanpa sekat. Mengangkat isu sosial, politik, dan budaya dari sudut pandang mereka yang kerap terpinggirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *