AktualLiputan

Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran SOP Terkait Kecelakaan Kerja di Pelabuhan Pelindo Banten

SAREKAT, CILEGON – Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Banten, IPTU Fredo Leonard, mengatakan penyelidikan kecelakaan kerja yang diduga menewaskan seorang sopir truk di kawasan operasional Pelindo Banten tidak hanya mengandalkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, tetapi juga pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Korban berinisial A (27), warga Pandeglang, diduga meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan kerja di area pelabuhan milik BUMN tersebut. Hingga kini, aparat masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa nahas itu.

Kepolisian mendalami dugaan adanya potensi pelanggaran prosedur standar operasional atau SOP dalam insiden tersebut.

“Kemudian untuk penjabaran lebih lanjut kita mintai keterangan baik dari pihak saksi-saksi, dari sekuriti, dari pihak forklift itu sendiri, kemudian keterangan dari pihak pengawas pelabuhan apakah ada pelanggaran SOP di situ. Kan harus dimintai keterangan, sementara masih kita dalami,” ujar Fredo, Selasa (24/2).

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah prosedur keselamatan kerja telah dijalankan sesuai ketentuan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas operasional di pelabuhan.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa satu orang operator forklift dan dua petugas keamanan. Polisi juga berencana memanggil pengawas pelabuhan dari pihak Pelindo guna melengkapi keterangan.

“Sementara saksi-saksi baru dimintai keterangan ada dari pihak forklift satu orang, kemudian dari sekuriti itu ada dua orang. Kemudian saksi yang akan kita panggil lagi dari pengawas pelabuhan Pelindo itu sendiri,” kata Fredo.

Ia menegaskan, penyelidikan difokuskan pada kemungkinan adanya unsur kelalaian manusia atau human error maupun kegagalan sistem pengawasan di lapangan. Polisi memastikan proses pendalaman akan dilakukan secara menyeluruh sebelum menyimpulkan ada atau tidaknya pelanggaran SOP dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pelindo Banten terkait insiden tersebut.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *