PK IPNU-IPPNU UIN SMH Banten Sukses Gelar Bedah Buku dan Tasyakuran Angkatan Lysanders
SAREKAT – SERANG, PK IPNU IPPNU UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sukses menyelenggarakan Bedah Buku “KH. Moh. Tolchah Mansoer: Biografi Profesor NU yang Terlupakan” serta Tasyakuran Angkatan Makesta “Lysanders” pada 23 November di Gedung MWCNU Kecamatan Baros. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta Makesta Jilid I serta seluruh jajaran pengurus PK IPNU-IPPNU UIN SMH Banten.
Acara dimulai dengan pembukaan serta sambutan dari Ketua Angkatan, Ketua PK IPNU, dan Ketua PK IPPNU UIN SMH Banten. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi bedah buku KH. Moh. Tolchah Mansoer karya Caswiyono Rushdie Cw., Zainul Arifin, dan Fahsin M. Fa’al. Bedah buku dipandu oleh perwakilan Angkatan Lysanders.
“Buku ini menceritakan sejarah perjuangan pendiri IPNU, mulai dari keturunan, perjuangan, pendidikan, serta asal-usul berdirinya IPNU dan PMII. Buku ini juga mengajarkan bagaimana cara kita mendidik anak,” ujar Rekan Endru selaku pembedah pertama.
Jajaran KSB PK IPNU-IPPNU UIN SMH Banten menyampaikan harapan agar kegiatan literasi seperti bedah buku dapat terus ditingkatkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kader untuk tidak melupakan sejarah organisasi.
“Kami berharap melalui bedah buku dalam RTL ini, kita bisa meningkatkan minat baca dan lebih memahami sejarah pendiri serta organisasi kita sendiri,” tambah Rekan Rizqina Faraaj, Sekretaris Komisariat IPNU UIN SMH Banten.
Tasyakuran Angkatan Lysanders
Usai bedah buku, acara dilanjutkan dengan Tasyakuran sebagai bentuk peresmian Angkatan Lysanders yang telah menyelesaikan MAKESTA dan seluruh rangkaian RTL.
Ketua PK IPNU UIN SMH Banten, Rekan Darnolis, dalam sambutannya menyampaikan, “MAKESTA adalah langkah awal kalian memasuki organisasi IPNU-IPPNU. Setelah MAKESTA, ada RTL yang menjadi komitmen kalian untuk serius masuk ke dalam wadah pelajar NU di UIN SMH Banten.”
Ketua PK IPPNU UIN SMH Banten, Rekanita Marselah, turut memberikan sambutan. “Ini adalah bentuk rasa syukur kalian setelah mengikuti rangkaian kegiatan dari MAKESTA hingga RTL, dan kini diakhiri dengan tasyakuran.”
Puncak acara tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng. Kegiatan berlangsung khidmat dengan tetap membawa budaya NU seperti tahlil, mahalul qiyam, serta berbagai permainan yang menambah kehangatan dan kekeluargaan antaranggota.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca kader, memperkuat pemahaman sejarah pendiri dan organisasi, serta mempererat silaturahmi antara pengurus dan anggota. PK IPNU-IPPNU UIN SMH Banten berkomitmen untuk terus menjadi wadah pengembangan minat dan bakat pelajar NU, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat sesuai sifat dasar IPNU yang berorientasi pada kemasyarakatan.

