PB PII Tegaskan Penolakan terhadap Hegemoni Global dalam Konflik Iran
JAKARTA, SAREKAT — Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menyatakan sikap tegas atas tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran yang dinilai berpotensi memicu konflik regional serta mengancam stabilitas global.
Organisasi kader pelajar tersebut menegaskan komitmennya untuk menolak hegemoni global serta segala bentuk penindasan struktural yang bertentangan dengan prinsip keadilan internasional.
Ketua Umum PB PII, Kevin Prayoga, mengatakan sikap organisasi tersebut merujuk pada Khittah Perjuangan PII, khususnya pada bagian Garis Kebijakan terhadap masalah-masalah global.
“PII sebagai organisasi tidak hanya fokus pada isu lokal dan nasional, tetapi juga harus terlibat aktif dalam isu global. PII memperjuangkan persamaan hak serta menolak segala bentuk hegemoni sosial, kultural, dan struktural secara global dengan berlandaskan prinsip-prinsip Islam, serta proaktif menangani berbagai persoalan global,” ujar Kevin Prayoga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
PB PII menilai tindakan militer sepihak merupakan bentuk hegemoni global yang bertentangan dengan prinsip keadilan internasional dan melanggar semangat penghormatan terhadap kedaulatan negara. Selain itu, eskalasi kekuatan bersenjata dinilai hanya akan memperpanjang rantai kekerasan dan meningkatkan risiko jatuhnya korban sipil yang tidak berdosa.
Menurut PB PII, dominasi geopolitik yang ditempuh melalui pendekatan militeristik juga menjadi ancaman nyata terhadap perdamaian dunia serta masa depan generasi muda global.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PII, Imaduddin, menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dan berpotensi memperluas ketegangan global.
“PB PII menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan mengutamakan perdamaian, mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi, serta memastikan setiap keterlibatan Indonesia dalam forum internasional tetap berpihak pada kemanusiaan dan keadilan,” ujar Imaduddin.
Atas dasar itu, PB PII menyampaikan beberapa sikap, antara lain mengecam keras segala bentuk agresi militer yang memicu instabilitas global, menyerukan solidaritas umat Islam dan masyarakat dunia untuk menolak politik hegemoni dan perang, serta mendesak komunitas internasional menghentikan praktik standar ganda dalam penegakan hukum internasional.
Selain itu, PB PII juga mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil posisi tegas di berbagai forum internasional guna memperjuangkan perdamaian dan keadilan global.
Sebagai organisasi pelajar Islam, PII meyakini bahwa keadilan dan perdamaian merupakan amanah peradaban. Karena itu, setiap bentuk penjajahan modern—baik dalam bentuk militer, ekonomi, maupun politik—perlu dilawan melalui kesadaran moral dan solidaritas global.

