Banten Bawah TanahKampus

Mahasiswa Ekonomi Syariah UIN SMH Banten Bahas Peran Walisongo dalam Peradaban Indonesia

SAREKAT —  SERANG, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Semester III Kelas B, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, menggelar kegiatan presentasi kelas dengan mengangkat topik Sejarah Peran Walisongo dalam Peradaban Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, di ruang kelas FEBI UIN SMH Banten dan diikuti oleh sekitar 37 mahasiswa.

Presentasi tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mata kuliah Sejarah Peradaban Islam yang diampu oleh Syaeful Bahri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mendiskusikan sejarah awal masuknya Islam ke Indonesia serta peran strategis Walisongo dalam membangun peradaban Islam yang damai dan berakhlak.

Dua mahasiswa, Baroqah Ratih Susanti dan Nurmala Amelia Putri, bertindak sebagai presenter dalam kegiatan tersebut. Presenter pertama, Baroqah Ratih Susanti, menjelaskan bahwa sebelum Islam masuk ke Indonesia, masyarakat masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme yang bercampur dengan ajaran Hindu-Buddha.

“Indonesia sebelum Islam masuk memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme yang sangat kental, karena pada masa itu mayoritas masyarakatnya juga menganut ajaran Hindu-Buddha,” ujar Baroqah dalam pemaparannya.

Sementara itu, presenter kedua, Nurmala Amelia Putri, memaparkan peran Walisongo sebagai sembilan tokoh berpengaruh dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa pada abad ke-14 hingga ke-16 Masehi. Menurutnya, Walisongo dikenal menyebarkan ajaran Islam secara damai dengan pendekatan budaya lokal.

“Walisongo menyebarkan Islam dengan cara yang damai dan terakulturasi dengan budaya lokal, seperti menggunakan media wayang sebagai sarana dakwah. Pendekatan ini membuat masyarakat mudah menerima Islam tanpa adanya paksaan,” jelas Nurmala.

Kegiatan presentasi ini tidak hanya difungsikan sebagai tugas akademik semata, tetapi juga menjadi ruang bertukar gagasan dan pemikiran kritis antara mahasiswa dan dosen. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta.

Di akhir diskusi, para presenter menyimpulkan bahwa Walisongo tidak hanya berperan dalam menyebarkan ajaran Islam, tetapi juga membangun peradaban yang menjunjung tinggi nilai kedamaian, toleransi, dan akhlak mulia. Melalui pendidikan dan keteladanan, Walisongo mewariskan konsep Islam Nusantara yang moderat dan selaras dengan budaya Indonesia hingga saat ini.

Dosen pengampu mata kuliah, Syaeful Bahri, dalam penutupnya menyampaikan pesan agar pembelajaran Sejarah Peradaban Islam tidak berhenti pada pemahaman historis semata, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Belajar sejarah peradaban Islam bukan hanya sekadar mengetahui sejarahnya, tetapi juga mengamalkan nilai dan ajaran Islam dalam kehidupan. Seperti kebiasaan kita membaca shalawat di awal perkuliahan, itu bukan hanya rutinitas, tetapi bisa menjadi penyelamat dan syafaat di akhirat kelak,” tuturnya.

 

Oleh :Azriel zuniansyah 

Nim 241410069

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *