Liputan

KADIN Cilegon Dorong Pemkot Masuk Bisnis Kapal Eksekutif Merak–Bakauheni, Potensi Dongkrak PAD

CILEGON, SAREKAT — Upaya diversifikasi sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Cilegon mendapat dorongan dari kalangan dunia usaha. Pemerintah Kota Cilegon diusulkan masuk ke bisnis transportasi laut dengan menghadirkan kapal penyeberangan eksekutif di lintasan Merak–Bakauheni.

Wakil Ketua Umum Kadin Kota Cilegon Mulyadi Sanusi atau Cak Mul menilai jalur penyeberangan Selat Sunda merupakan potensi ekonomi strategis yang belum dimanfaatkan optimal oleh pemerintah daerah.

“Kami mengusulkan Pemkot Cilegon membuka bisnis baru jasa kapal eksekutif di rute Merak–Bakauheni untuk menghadirkan layanan lebih nyaman sekaligus menjadi sumber PAD baru,” ujar Mulyadi, Selasa, 17 Februari 2026.

Menurut dia, arus penyeberangan di lintasan tersebut berlangsung sepanjang hari dan relatif stabil karena menjadi jalur utama distribusi logistik Jawa–Sumatra.

Berdasarkan data operasional awal 2026, frekuensi perjalanan berkisar 100 hingga 120 trip per hari dari dua arah. Pada periode libur panjang jumlahnya dapat melampaui 130 trip, sedangkan saat cuaca buruk turun ke kisaran 50 hingga 90 trip.

“Layanan beroperasi 24 jam dengan keberangkatan reguler setiap satu jam dan layanan eksekutif sekitar satu jam 15 menit,” kata Mulyadi.

Secara bisnis, ia menilai usaha penyeberangan memiliki karakter arus kas kuat karena berbasis volume kendaraan dan penumpang. Pendapatan kapal berasal dari tiket kendaraan, penumpang, serta layanan tambahan di atas kapal.

Estimasi pendapatan per trip berkisar Rp26 juta hingga Rp68 juta, bergantung pada komposisi kendaraan logistik, kendaraan pribadi, dan penumpang.

“Jika satu kapal beroperasi lima sampai enam trip per hari, omzet kotor dapat mencapai sekitar Rp130 juta hingga Rp400 juta per hari,” ujarnya.

Selain tiket, sumber pendapatan lain berasal dari penyewaan kantin, ruang VIP, iklan, serta layanan logistik prioritas.

Mulyadi menilai peluang tersebut relevan bagi Cilegon sebagai kota pesisir sekaligus gerbang utama Pulau Jawa.

“Selama arus logistik Jawa–Sumatra berjalan, bisnis ini memiliki prospek jangka panjang,” katanya.

 

Dorong pembentukan BUMD

Anggota Dewan Kehormatan Kadin Cilegon Muhamad Ibrohim Aswadi turut mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Daerah sektor transportasi dan logistik untuk menyerap tenaga kerja lokal.

Menurutnya, BUMD dapat dikembangkan melalui unit usaha pelayaran atau melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri yang menopang layanan transportasi kapal.

“Cilegon perlu memiliki BUMD transportasi yang mendukung aktivitas industri sekaligus membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Meski prospektif, bisnis penyeberangan memiliki tantangan operasional tinggi. Biaya bahan bakar kapal dapat mencapai hampir separuh pengeluaran operasional, ditambah biaya sandar pelabuhan serta perawatan kapal berkala.

Karena itu, pelaku usaha menilai skema pengelolaan harus disiapkan matang agar investasi tidak membebani keuangan daerah.

Secara umum, lintasan Merak–Bakauheni dinilai tetap menjadi salah satu jalur transportasi paling prospektif di Indonesia karena terhubung dengan jaringan Tol Trans Sumatra dan kawasan industri di Banten.

“Apabila dikelola tepat, sektor transportasi laut berpotensi menjadi sumber PAD baru di luar pajak industri yang selama ini menjadi tulang punggung keuangan Kota Cilegon, ” ungkapnya.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *