Baznas Cilegon Dorong Penguatan Zakat dalam Peringatan Nuzulul Qur’an
CILEGON, SAREKAT— Pemerintah Kota Cilegon memperingati Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dengan menggelar Gebyar Zakat, Infaq, dan Shadaqah. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat nilai spiritual Ramadan sekaligus mendorong kepedulian sosial masyarakat melalui pengelolaan zakat yang lebih terorganisasi.
Badan Amil Zakat Nasional Kota Cilegon menegaskan komitmennya memperluas jaringan pengumpulan dan penyaluran zakat agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.
Ketua Baznas Kota Cilegon Fajri Ali mengatakan lembaganya tengah menyiapkan langkah untuk memperkuat pengumpulan zakat fitrah menjelang Idul Fitri. Salah satu caranya dengan menggandeng Dewan Kemakmuran Masjid di seluruh wilayah kota.
“Mulai sekitar tanggal 16 Ramadan, kita akan menyalurkan zakat fitrah melalui DKM-DKM di seluruh Kota Cilegon yang jumlahnya sekitar 497 masjid,” kata Fajri.
Menurut dia, kerja sama dengan pengurus masjid penting untuk memudahkan masyarakat menunaikan zakat di lingkungan terdekat.
Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan membuat distribusi zakat lebih merata kepada warga yang membutuhkan.
Baznas juga mulai mendorong penggunaan teknologi digital dalam pengumpulan zakat. Dalam kegiatan Gebyar Zakat tersebut, panitia menempatkan fasilitas pembayaran digital melalui QRIS di beberapa titik agar masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara praktis.
“Makanya kita juga menaruh QRIS di pintu gerbang. Jadi masyarakat tinggal scan saja. Sangat mudah untuk menyalurkan zakat, infak dan sodaqoh,” ujarnya.
Fajri menjelaskan dana zakat yang dihimpun Baznas tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga untuk mendukung berbagai program sosial.
Program tersebut antara lain bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu Wali Kota Cilegon Robinsar dalam sambutannya mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.
Ia menilai peringatan Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak hanya membaca kitab suci, tetapi juga memahami maknanya.
“Jangan hanya membaca, tetapi juga ditadaburi dan dipahami maknanya agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Robinsar.

