Banten Bawah TanahLiputan

ASDP Siap Hadapi Angkutan Lebaran 2026 dengan Strategi Operasional dan Stimulus Tarif

SAREKAT, MERAK — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta strategi operasional dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Angkutan Lebaran 2026 (1447 H). Berbagai peningkatan kapasitas dan kebijakan strategis telah disiapkan untuk menjamin kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jasa penyeberangan.

Peningkatan Sarana dan Prasarana

ASDP melakukan optimalisasi di sejumlah lintasan utama, khususnya Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, termasuk pelabuhan pendukung seperti Ciwandan dan BBJ Bojonegara. Peningkatan meliputi kapasitas pelabuhan dan kapal, penambahan dermaga, buffer zone, hingga fasilitas layanan seperti loket, CCTV, toilet, dan customer service.

Di Pelabuhan Ketapang, kapasitas pelabuhan meningkat dari 1.820 menjadi 2.370 kendaraan kecil, serta kapasitas kapal dari 8.036 menjadi 16.016 kendaraan kecil. Sementara di Pelabuhan Gilimanuk, kapasitas kapal meningkat menjadi 16.016 kendaraan kecil dengan dukungan tambahan fasilitas operasional.

Pelabuhan Ciwandan juga mengalami peningkatan signifikan, dengan kapasitas pelabuhan naik dari 4.573 menjadi 10.670 kendaraan kecil. Di sisi lain, Pelabuhan Merak tetap menjadi tulang punggung dengan kapasitas besar yang didukung optimalisasi fasilitas dan personel operasional.

Kebijakan Single Tarif dan Stimulus Tarif

Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, ASDP menerapkan kebijakan single tarif pada lintasan Merak–Bakauheni. Kebijakan ini menghilangkan perbedaan tarif antara layanan express dan reguler, dengan kontribusi rata-rata sebesar 51,07%.

Selain itu, ASDP memberikan stimulus tarif berupa diskon hingga 100% untuk biaya jasa pelabuhan yang berlaku pada 12–31 Maret 2026. Kebijakan ini berdampak pada penurunan harga tiket sekitar 21,9% dan berlaku di sejumlah lintasan strategis di seluruh Indonesia.

Strategi Operasi dan Manajemen Arus

ASDP menerapkan sistem delaying dan pengaturan buffer zone untuk mengurai kepadatan. Pengaturan dilakukan melalui pemanfaatan rest area di jalur menuju pelabuhan serta terminal penyangga di berbagai titik.

Selain itu, disiapkan contingency plan untuk menghadapi potensi gangguan seperti cuaca ekstrem dan kendala operasional, termasuk penyediaan tugboat, kesiapan teknisi 24 jam, serta pemanfaatan pelabuhan alternatif.

Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Barang

Selama periode angkutan Lebaran, dilakukan pembatasan operasional kendaraan barang tertentu, khususnya kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih, guna mengurangi kepadatan. Kendaraan logistik esensial tetap mendapat pengecualian dengan syarat tertentu.

Komitmen Layanan Lebaran

Direktur Utama ASDP menyampaikan bahwa seluruh kebijakan ini bertujuan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Lebaran berlangsung aman, tertib, dan terjangkau.

“ASDP berkomitmen memberikan layanan terbaik melalui peningkatan kapasitas, efisiensi operasional, serta kebijakan tarif yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan berbagai kesiapan ini, ASDP optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar dibanding tahun sebelumnya.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *