Aliansi Mahasiswa Nusantara Laporkan Saiful Mujani Ke Polda Metrojaya Dugaan Penghasutan
JAKARTA, SAREKAT — Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Nusantara (DPP AMAN) baru selesai melaporkan Saiful Mujani ke Polda Metro Jaya pada Jum’at (10/4/2026). Diketahui Laporan ini terkait dugaan tindakan yang diduga mengara kepada Penghasutan di Depan Umum.
Muhammad Fadli Selaku Dewan Pembina dari DPP AMAN menyampaikan pada Konferensi Pers nya di depan Polda Metro jaya, bahwa Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen DPP AMAN dalam menjaga stabilitas negara, keutuhan bangsa, serta menegakkan supremasi hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kami menilai bahwa setiap indikasi yang berpotensi mengganggu kedaulatan negara harus ditindaklanjuti secara serius melalui jalur hukum yang berlaku,” ujar Fadli, Jum’at (10/4/2026).
Pengurus DPP AMAN menyampaikan bahwa laporan ini akan disertai dengan sejumlah bukti awal dan kajian yang telah dihimpun oleh tim internal organisasi yang kemudian kami menyimpulkan statement dari Saiful Mujani patut diduga melanggar Pasal 246 Huruf A dan Huruf B Undang-Undang Nomer 1 Tahun 2023 KUHP Tentang Penghasutan Untuk Melawan Penguasa Umum.
Pihaknya juga menegaskan bahwa pelaporan ini bukan bentuk kepentingan politik praktis, melainkan murni sebagai upaya menjaga marwah demokrasi dan konstitusi.
“DPP AMAN hadir sebagai elemen masyarakat sipil yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal bangsa ini dari segala bentuk ancaman, termasuk dugaan tindakan Penghasutan untuk menggulingkan pemerintahan yang Sah yang Kemudian dapat merusak tatanan negara,” tutur DPP Aman dalam Konferensi Pers.
Lebih lanjut, DPP AMAN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses ini kepada aparat penegak hukum.
“Kami menegaskan akan terus mengawal proses hukum agar berjalan secara transparan, profesional, dan berkeadilan,” lanjutnya dengan tegas.
Sebagai organisasi yang konsisten dalam mengawal kepentingan rakyat, DPP AMAN menegaskan komitmennya untuk selalu berada di garis terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dari berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia, apalagi ditengah geopolitik dunia yang tidak menentu setelah peperangan antara Iran, Amerika dan Israel.
“Indonesia termasuk bisa menjaga stabilitas politik dan keamanannya, kita tidak mau masyarakat panik dan kemudian terjadi cheos dan sebagainya, semua pihak harus menjaga persatuan dan kesatuan,” tutupnya.

