LiputanTOP STORIES

Air Meluap Tiba-Tiba, Duren Village Tenggelam 1,5 Meter: Warga Tak Sempat Menyelamatkan Barang

‎TANGERANG, SAREKAT – Banjir setinggi 100 hingga 150 sentimeter merendam kawasan Duren Village, Kota Tangerang, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Warga mengaku tidak menyangka air datang begitu cepat, bahkan saat sebagian masih beraktivitas di dalam rumah, Jumaat (23/1/2026).

‎Ketua RT 02, Ispiyanto, menjelaskan bahwa awalnya debit air tiba-tiba bertambah besar akibat aliran tambahan dari kawasan Perumahan Puri Kartika.

‎“Jam 9 pagi tadi tahunya ada tambahan air dari Perumahan Komplek Puri Kartika yang menyebabkan debit airnya tambah besar. Tapi kalau sekiranya enggak ada jebol, enggak bakal separah ini. Karena ini ada luberan air, tanggulnya sudah tidak memadai,” ujar Ispiyanto.

‎Ia menuturkan, saat kejadian dirinya sedang bersih-bersih rumah dan bersiap melakukan aktivitas seperti biasa, sebelum mendengar suara air yang jatuh deras.

‎“Tidak nyangka tiba-tiba begini. Saya lagi bersih-bersih rumah, lagi siap-siap. Tahu-tahu ada suara kayak air jatuh. Pas saya lihat ke depan rumah, ternyata itu luberan air dari Perumahan Puri Kartika. Saya kaget, langsung kunci rumah, lalu bicara sama warga. Saya datang duluan ke Pak RW, saya bilang air deras ini titiknya dari sini, dari Perumahan Puri Kartika, bukan dari tanggul,” jelasnya.

‎Setelah itu, ia bersama warga lain mengecek langsung ke lokasi sumber air.

‎“Akhirnya saya sama warga melihat bareng-bareng, memang benar dari situ,” tambahnya.

‎Menurutnya, ketinggian air mulai naik antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Di wilayah RT 02 sendiri terdapat 84 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir.

‎Sebagai langkah darurat, warga diarahkan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

‎“Saya sarankan bagi yang mau mengungsi di Masjid Aceh, karena pihak Masjid Aceh pun welcome di situ,” kata Ispiyanto.

‎Sementara itu, warga lain, Musiono (RT 22/RW 27), berharap ada peningkatan infrastruktur pengendali banjir agar kejadian serupa tidak terulang.

‎“Harapan saya sebagai warga di wilayah, turab ini dinaikin lagi. Sekarang naiknya cuma 50 cm, minta dinaikin lagi 50 cm lagi. Karena meluap terjadi seperti ini. Dan penambahan pompa. Kalau turab sudah tinggi, insya Allah mungkin enggak terjadi lagi,” ungkapnya.

‎Warga menilai kondisi tanggul yang ada saat ini sudah tidak lagi memadai menahan volume air, terutama saat terjadi tambahan aliran dari kawasan sekitar. Mereka berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan penanganan permanen, tidak hanya solusi sementara, guna mencegah banjir serupa di kemudian hari.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *