Aceh Tengah Lumpuh, Sembilan Kecamatan Terisolir: Pemkab Nyatakan Tak Mampu Tangani Darurat Bencana
SAREKAT — ACEH TENGAH, Kabupaten Aceh Tengah resmi berada dalam kondisi darurat kritis menyusul serangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 25 hingga 29 November 2025. Luapan banjir, banjir bandang, serta tanah longsor menyebabkan kerusakan parah dan mengisolasi sebagian besar wilayah.
Berdasarkan data terbaru Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah per Sabtu (29/11/2025) pukul 18.00 WIB, sebanyak sembilan dari 14 kecamatan dinyatakan terisolir total. Kerusakan infrastruktur membuat akses transportasi darat lumpuh dan menghambat distribusi bantuan.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten tidak lagi mampu menangani kondisi darurat ini secara mandiri. Melalui surat resmi bernomor 360/3654/BPBD/2025, ia meminta dukungan dan intervensi dari Pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah pusat.
“Bencana hidrometeorologi yang terjadi telah menelan korban jiwa sebanyak 15 orang. Akses keluar-masuk Aceh Tengah terputus total akibat banjir bandang dan longsor. Kami membutuhkan bantuan segera,” ujar Bupati Haili Yoga.
Pemerintah kabupaten menegaskan bahwa upaya penanganan di tingkat lokal tidak lagi memadai mengingat skala kerusakan dan keterbatasan sumber daya. Situasi ini menuntut percepatan bantuan logistik, evakuasi, hingga penanganan darurat yang lebih komprehensif.
Hingga saat ini, proses pendataan lanjutan masih berlangsung, sementara warga di kecamatan terisolir sangat membutuhkan pasokan kebutuhan dasar dan akses komunikasi yang stabil. Pemerintah daerah berharap penetapan status darurat yang lebih tinggi dapat mempercepat mobilisasi bantuan dari berbagai pihak.

