AktualLiputan

HIPPI Banten Gelar Diskusi Bisnis Syariah bersama Pengusaha Nasional Ir. Pramono Dewo

TANGERANG, SAREKAT – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Banten sukses menyelenggarakan agenda silaturahmi informal dan diskusi bisnis di RM. Remboelan, BX Change Mall, Bintaro, pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Inspirasi Mengelola Bisnis dengan Prinsip Syariah” ini bertujuan untuk memperkuat fondasi usaha yang beretika dan berdaya saing tinggi di era modern.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua HIPPI Banten sekaligus CEO Saba Group, H. Syaiful Bahri, SH, MH. Dalam penyampaiannya, Syaiful menegaskan pentingnya bagi para pengusaha untuk memiliki landasan bisnis yang kuat, jujur, serta mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai moral.

Untuk mengupas tuntas tema tersebut, HIPPI Banten menghadirkan tokoh pengusaha nasional sekaligus mentor terkemuka, Ir. Pramono Dewo, MM. Pria yang dikenal sebagai pendiri Komunitas Pengusaha Muslim (KPM), pendiri perusahaan migas Djava Energy Grup, serta pendiri Kajian Islamadina ini membagikan pengalaman berharga dalam membangun bisnis berbasis syariah dari nol hingga mampu menembus omzet triliunan rupiah per tahun.

“Prinsip syariah jika diterapkan secara konsisten bukanlah sesuatu yang membatasi langkah bisnis, melainkan sebuah landasan yang membawa keberkahan dan keberlanjutan usaha yang nyata,” ujar Pramono di hadapan para pengurus dan anggota HIPPI Banten.

Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa esensi utama dalam berbisnis secara syariah harus diawali dengan meluruskan niat. Terdapat lima poin penting yang menjadi perhatiannya, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjalankan proses bisnis dengan cara yang benar dan jujur, lebih berhati-hati dalam mengelola harta, mampu membimbing keluarga dengan nilai kebaikan, serta memberikan manfaat luas bagi umat dan masyarakat.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, jajaran pengurus HIPPI Banten berharap seluruh materi dan hikmah yang dibagikan dapat diimplementasikan secara nyata oleh para anggota dalam dunia usaha masing-masing, sekaligus menjadi motivasi untuk terus tumbuh bersama dalam kebaikan.

Sharing is scaring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *