AktualCatatan

Fahmi Ubaidillah Dorong Sekolah Kader Pasar Modal Syariah dan Hilirisasi Potensi Daerah di PB SEMMI

JAKARTA, SAREKAT — Kakanda Fahmi Ubaidillah, yang baru dilantik sebagai Ketua Bidang Investasi dan Hilirisasi Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026–2029, membawa gagasan penguatan literasi investasi, pendidikan pasar modal syariah, kewirausahaan kader, dan hilirisasi potensi ekonomi daerah sebagai bagian dari arah pengembangan program bidang.

Menurut Fahmi, investasi dan hilirisasi perlu dipahami sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi yang melibatkan generasi muda, pelaku usaha, dan potensi daerah. Peran kader mahasiswa tidak hanya terbatas pada diskusi mengenai persoalan ekonomi, tetapi juga perlu diperkuat melalui pengetahuan, kemampuan analisis, dan inisiatif yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi saya, investasi bukan semata-mata berbicara tentang modal. Kita juga harus berbicara tentang pengetahuan, keberanian membangun usaha, kemampuan membaca potensi, serta bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Fahmi.

Mendorong Sekolah Kader Pasar Modal SEMMI

Salah satu gagasan yang dibawa adalah pembentukan Sekolah Kader Pasar Modal SEMMI (SKPM SEMMI), sebuah konsep pendidikan kader berskala nasional yang berfokus pada literasi pasar modal syariah dan investasi yang bertanggung jawab.

Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada kader mengenai dasar pasar modal, instrumen investasi syariah, analisis fundamental, manajemen risiko, perlindungan investor, serta etika dalam pengambilan keputusan keuangan.

Melalui pendidikan tersebut, kader diharapkan mampu memahami investasi secara lebih komprehensif, membedakan informasi yang valid dari penawaran yang menyesatkan, dan mengembangkan pola pikir ekonomi yang berlandaskan pengetahuan serta tanggung jawab.

Gagasan ini juga membuka peluang kolaborasi edukatif dengan lembaga pasar modal, perguruan tinggi, praktisi, dan institusi terkait. Pelaksanaannya akan memerlukan pematangan konsep, persetujuan organisasi, serta penjajakan kemitraan lebih lanjut.

Menghubungkan Potensi Daerah dengan Hilirisasi

Selain pendidikan pasar modal, Fahmi mendorong pengembangan program hilirisasi yang berangkat dari potensi nyata di daerah.

Menurutnya, berbagai potensi ekonomi lokal perlu didukung oleh pemetaan yang baik, peningkatan kualitas produk, teknologi pengolahan, penguatan merek, akses pasar, dan kemitraan usaha.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu kader memahami proses pengembangan ekonomi secara menyeluruh, mulai dari identifikasi potensi hingga penciptaan produk atau jasa yang memiliki nilai tambah.

“Potensi daerah harus kita lihat sebagai peluang untuk dikembangkan. Tantangannya adalah bagaimana menghubungkan potensi tersebut dengan pengetahuan, teknologi, pasar, dan mitra yang tepat sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Membangun Ekosistem Investasi dan Kewirausahaan Kader

Untuk mendukung arah tersebut, Bidang Investasi dan Hilirisasi juga mengusulkan pengembangan sejumlah inisiatif, antara lain:

1. Sekolah Kader Pasar Modal SEMMI, sebagai program pendidikan literasi pasar modal syariah.

2. SEMMI Investment Database, untuk memetakan potensi ekonomi dan peluang pengembangan usaha daerah.

3. SEMMI Hilirisasi Project, untuk mengidentifikasi dan mengembangkan proyek percontohan berbasis potensi lokal.

4. SEMMI Business Incubator, untuk mendorong pembinaan usaha dan kewirausahaan kader.

5. SEMMI Business Matching, untuk mempertemukan pemilik usaha dan proyek dengan calon mitra yang relevan.

6. SEMMI Investment & Hilirisasi Hub, sebagai gagasan ekosistem digital yang menghubungkan potensi daerah, bisnis, proyek, industri, dan kemitraan.

Inisiatif tersebut masih memerlukan pembahasan dan penyesuaian dengan arah kebijakan serta mekanisme organisasi PB SEMMI. Penetapan prioritas akan mempertimbangkan kebutuhan kader, kapasitas pelaksanaan, dukungan mitra, dan keberlanjutan program.

Mengedepankan Kolaborasi dan Akuntabilitas

Fahmi menegaskan bahwa pengembangan investasi dan hilirisasi harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan risiko yang bertanggung jawab.

Menurutnya, program investasi tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya modal yang dihimpun, tetapi harus memperhatikan kelayakan proyek, kejelasan manfaat, kesiapan usaha, dan keberlanjutan kemitraan.

Ia berharap Bidang Investasi dan Hilirisasi dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan gagasan kader dengan kebutuhan nyata masyarakat dan dunia usaha.

“Harapannya, kita dapat membangun budaya kader yang tidak hanya kritis terhadap persoalan ekonomi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menawarkan solusi. Kita mulai dari pendidikan, pemetaan potensi, kolaborasi, dan proyek yang terukur. Dari sana, kita berupaya membangun nilai tambah bagi umat, bangsa, dan negara,” tutup Fahmi.

Tentang Bidang Investasi dan Hilirisasi PB SEMMI

Bidang Investasi dan Hilirisasi merupakan bagian dari struktur Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia. Untuk periode 2026–2029, bidang ini diarahkan mengembangkan gagasan pendidikan investasi, kewirausahaan kader, pemetaan potensi ekonomi, hilirisasi, dan kemitraan strategis sesuai kebijakan serta mekanisme organisasi.

Sharing is scaring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *