Syarikat Islam Banten Hadir dalam Forum Keummatan: Mendorong Sinergi Ulama, Ormas Islam dan Partai Politik
SERANG, SAREKAT — Syarikat Islam Provinsi Banten menunjukkan komitmennya untuk mengambil bagian dalam pembahasan berbagai persoalan keummatan dan kebangsaan. Komitmen tersebut terlihat dalam kehadiran Syarikat Islam Banten pada Forum Group Discussion (FGD) Tokoh Keummatan Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama bersama Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Provinsi Banten.
Forum yang mempertemukan unsur partai politik, ulama, tokoh keummatan dan elemen masyarakat tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas persoalan umat sekaligus mencari kemungkinan solusi yang relevan bagi masyarakat Banten dan Indonesia.
Dalam forum tersebut, KH. Hafidin, S.Ag., Ketua Syarikat Islam Provinsi Banten, menyampaikan bahwa Syarikat Islam Banten perlu bersikap proaktif dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai kekuatan kebangsaan yang memiliki perhatian terhadap persoalan umat.
“Syarikat Islam Provinsi Banten proaktif terhadap partai yang fokus pada visi Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan Indonesia Madani untuk Indonesia Emas 2045.”
Pernyataan tersebut menempatkan dialog keummatan sebagai bagian dari ikhtiar membangun hubungan konstruktif antara organisasi kemasyarakatan Islam, ulama dan kekuatan politik dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
Dari Persoalan Umat Menuju Solusi Kebangsaan
Bagi Syarikat Islam Banten, persoalan keummatan tidak berdiri sendiri. Pendidikan, ekonomi, ketahanan keluarga, kepemudaan, kerukunan umat beragama, pemberdayaan masyarakat dan kualitas kepemimpinan merupakan bagian yang saling berkaitan dalam pembangunan bangsa.
Karena itu, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Ulama memberikan panduan nilai dan moral, organisasi masyarakat membangun kekuatan sosial, sementara institusi politik memiliki ruang untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kebijakan publik.
Dalam konteks PKS, dokumen resmi partai periode 2025–2030 menyebut empat lapis misi yang bergerak dari pembinaan manusia, penguatan kelembagaan, pengabdian kebangsaan hingga kontribusi peradaban. PKS juga menggunakan visi menuju Indonesia Madani yang adil, sejahtera dan bermartabat.
PKS juga secara resmi membentuk Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama untuk periode 2025–2030, yang menurut PKS diarahkan pada penguatan umat sekaligus membangun relasi lintas iman dalam semangat kebangsaan dan kemanusiaan.
Syarikat Islam Banten dan Indonesia Emas 2045
Gagasan Indonesia Emas 2045 menuntut pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas manusia, keadilan sosial, integritas, pendidikan, kesehatan, keluarga dan kehidupan masyarakat yang bermartabat.
Dalam salah satu publikasi resminya, PKS menghubungkan gagasan Indonesia Madani dengan agenda Indonesia Emas 2045, dengan penekanan pada manusia sebagai subjek pembangunan, ekonomi yang berkeadilan, penguatan keluarga, pendidikan karakter dan pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Syarikat Islam Banten memandang pentingnya membangun ruang komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan umat dan bangsa.
Sikap proaktif tersebut dapat dimaknai sebagai upaya untuk membuka ruang dialog, menyampaikan aspirasi umat, mengidentifikasi persoalan masyarakat, serta mencari bentuk kontribusi yang dapat dilakukan bersama.
Banten sebagai Basis Keummatan dan Kebangsaan
Banten memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam, pendidikan pesantren, perdagangan, perjuangan kebangsaan dan gerakan masyarakat.
Karena itu, pembangunan Banten tidak cukup hanya dilihat dari aspek infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga membutuhkan penguatan manusia, keluarga, pendidikan, ekonomi umat, kepemimpinan, kerukunan dan ketahanan sosial.
Forum antara Syarikat Islam Banten, PKS dan para tokoh ulama menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan perspektif tersebut.
Bagi KH. Hafidin, kehadiran Syarikat Islam Banten dalam forum keummatan merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk tidak hanya menjadi penonton terhadap perubahan sosial, tetapi ikut membaca persoalan, menyampaikan gagasan dan mencari solusi.
Membangun Tradisi Dialog
Kerja keummatan membutuhkan tradisi dialog yang sehat. Perbedaan posisi organisasi maupun pilihan politik tidak harus menghilangkan ruang komunikasi mengenai kepentingan masyarakat.
Yang dapat dipertemukan adalah persoalan dan kebutuhan umat: bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi masyarakat, menjaga kerukunan, membangun keluarga yang kokoh, meningkatkan kualitas generasi muda dan menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dengan semangat tersebut, Syarikat Islam Banten dapat terus mengambil posisi sebagai salah satu unsur masyarakat sipil yang aktif menyampaikan aspirasi keummatan dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
Syarikat Islam Banten hadir bukan sekadar untuk berbicara tentang umat, tetapi untuk ikut menemukan solusi bagi umat—Banten dan Indonesia.
Dari ulama lahir nilai.
Dari umat lahir aspirasi.
Dari dialog lahir gagasan.
Dari kolaborasi lahir kontribusi.
Dan dari kontribusi yang berkelanjutan, pembangunan bangsa dapat diperkuat.

