PW PII Banten Nilai, Tuduhan Penistaan Agama Terhadap Jusuf Kalla Berlebihan
BANTEN, SAREKAT – PW PII Banten angkat bicara terkait polemik penafsiran pidato Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden) di Universitas Gadjah Mada. Disampaikan oleh Ketua Umum PW PII Banten bahwa tuduhan penistaan agama terhadap JK tidak tepat dan cenderung berlebihan
Ketua Umum PW PII Banten, Mohammad Royhan Daestaki menyampaikan bahwa keberpihakan dan memberikan dukungan atas kontribusi Jusuf Kalla dalam menjaga persatuan bangsa, termasuk dalam penyelesaian konflik sosial di berbagai daerah.
“Kami memberikan dukungan serta penghargaan kepada Pak Jusuf Kalla atas kontribusi dan perannya dalam menjaga persatuan bangsa” Ujarnya
Royhan menegaskan, pernyataan Jusuf Kalla Soal Syahid tidak dimaksudkan untuk menyentuh doktrin agama tertentu, melainkan menggambarkan realitas sosial yang terjadi saat konflik
“Pak JK dalam konteks itu tidak berbicara pada kepentingan doktrin satu agama, apalagi doktrin yang menyangkut agama Kristen. Saya kira Pak JK tidak bermaksud untuk seperti itu,” tegasnya.
Menurutnya, dalam situasi konflik, masyarakat kerap mencari legitimasi agama untuk membenarkan tindakan kekerasan. Hal itu, kata dia, merupakan fakta lapangan yang direkam oleh JK dalam ceramahnya.
“Yang beliau lihat adalah kondisi praktis ketika penyelesaian konflik terjadi bahwa orang mencari legitimasi-legitimasi agama untuk terus berperang,” jelasnya
Royhan berharap polemik ini tidak berkembang menjadi konflik baru yang dapat mengganggu stabilitas sosial, khususnya di Banten dan seluruh Indonesia terlebih yang pernah mengalami konflik berkepanjangan.
“Saya kira Pak JK sampai pada taraf semacam itu tidak bermaksud melecehkan satu agama ya, hanya beliau melihat fakta sosiologis-historis bahwa orang mencari legitimasi agama untuk terus berperang,” pungkasnya

