Pemudik Pilih Berangkat Malam Hari Agar Tetap Nyaman Saat Berpuasa
MERAK, SAREKAT – Sejumlah pemudik yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Pelabuhan Merak memilih melakukan perjalanan pada malam hari selama masa arus mudik Ramadan. Pilihan ini dilakukan agar perjalanan terasa lebih nyaman, terutama karena sebagian besar pemudik sedang menjalankan ibadah puasa.
Berdasarkan pantauan di area penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni, pada malam hari terlihat banyak kendaraan pribadi yang mulai memadati area antrean sebelum masuk ke kapal. Para pemudik tampak beristirahat di sekitar kendaraan sambil menunggu proses penyeberangan.
Beberapa pemudik mengaku sengaja memilih berangkat setelah waktu berbuka puasa. Selain untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit, perjalanan malam juga dianggap lebih nyaman karena suhu udara lebih sejuk dan tidak terlalu menguras tenaga.
“Kalau siang hari kan masih puasa, jadi lebih capek di perjalanan, apa lagi kan naik kapal takut nya mabok laut, puasa jadi jebol. Makanya kami pilih berangkat malam setelah berbuka,” ujar salah satu pemudik di lokasi.
Selain itu, perjalanan pada malam hari juga dinilai dapat membantu pemudik menghemat energi, sehingga saat tiba di kampung halaman kondisi tubuh tetap prima untuk melanjutkan perjalanan darat berikutnya.
Sedangkan itu pantauan di lapangan pada siang hari pemudik sepi, paling banyak baru yang turun dari kapal setelah penyebrangan dari Lampung.
Pihak pengelola penyeberangan terus mengimbau para pemudik agar tetap menjaga keselamatan selama perjalanan, mematuhi aturan antrean kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan penyeberangan.
Dengan meningkatnya mobilitas pemudik pada malam hari, arus kendaraan di kawasan Pelabuhan Merak diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncak arus mudik Lebaran tahun ini.

