KampusLiputan

Sembilan Sekolah di Matangkuli Terdampak Banjir, LIMA Desak Kemendikbudristek Segera Cairkan Dana Pendidikan Sebagai Bentuk Kepedulian 

MATANGKULI, SAREKAT — Bencana banjir yang melanda Kecamatan Matangkuli memberikan dampak serius terhadap dunia pendidikan. Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya sembilan sekolah terdampak banjir dengan tingkat kerusakan yang cukup parah, mulai dari ruang kelas, sarana penunjang pendidikan, hingga perlengkapan belajar milik peserta didik.

Meski hampir dua bulan berlalu sejak bencana terjadi, proses pemulihan pendidikan di wilayah tersebut dinilai belum berjalan optimal. Keterlambatan pencairan dana pendidikan pasca banjir masih menjadi persoalan utama, sehingga sekolah dan peserta didik terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar dalam kondisi serba terbatas.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas pembelajaran serta pemenuhan hak dasar peserta didik. Padahal, data kerusakan dan kebutuhan riil sekolah telah dihimpun oleh pihak sekolah bersama pemerintah daerah dan seharusnya dapat menjadi dasar percepatan penyaluran bantuan.

Atas kondisi itu, sejumlah pihak mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia agar segera mencairkan dana pendidikan pasca banjir berdasarkan data kerusakan di Kecamatan Matangkuli. Percepatan pencairan dana dinilai penting agar pemulihan pendidikan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkeadilan bagi wilayah terdampak bencana.

Ketua Umum LIMA, Faddhal, yang akrab disapa Agam, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang tidak boleh terhenti akibat bencana. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi, termasuk bagi anak-anak di wilayah terdampak banjir seperti Matangkuli.

“Keterlambatan penanganan pendidikan pasca bencana tidak bisa terus ditoleransi. Setiap penundaan berarti mengorbankan masa depan peserta didik,” tegas Agam.

Ia juga menuntut adanya komitmen nyata, transparansi, serta langkah konkret dari Kemendikbudristek dalam merealisasikan pencairan dana pendidikan pasca banjir. Pemulihan pendidikan yang cepat dan berpihak pada korban bencana dinilai sebagai bagian penting dari tanggung jawab negara terhadap keberlangsungan masa depan generasi bangsa.

Rilis ini disampaikan sebagai bentuk desakan dan kepedulian agar pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata demi memastikan keberlangsungan pendidikan pasca bencana di Kecamatan Matangkuli.

Sharing is scaring

Admin Sarekat

Menghidupkan Suara Yang Tersekat di antara suara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *