Status Anak Krakatau Sudah Level II, Sejauh Mana Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Serang?
SAREKAT — SERANG, Menyusul status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini berada pada Level II (Waspada), Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Serang mengintensifkan sejumlah langkah antisipasi guna meminimalisasi risiko terhadap masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Selat Sunda.
Pihak BPBD Kabupaten Serang menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus dilakukan secara intensif untuk memperoleh informasi terkini dan akurat terkait perkembangan aktivitas GAK. Selain itu, informasi resmi juga disebarluaskan secara berjenjang kepada camat, kepala desa, hingga relawan di wilayah pesisir.
“Setiap perkembangan informasi dari PVMBG dan BMKG, termasuk potensi tsunami, kami sampaikan secara cepat melalui jalur resmi, salah satunya melalui grup penanggulangan bencana Kabupaten Serang,” ujar Hotman Sore Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.
BPBD juga mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat pesisir, terutama di kecamatan yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda. Sosialisasi tersebut mencakup pemahaman potensi bahaya letusan gunung api, hujan abu vulkanik, serta kemungkinan tsunami lokal.
Selain itu, BPBD memastikan rambu-rambu jalur evakuasi serta titik kumpul sementara maupun tetap (TTA/TTS) di kawasan pantai berada dalam kondisi jelas dan mudah diakses. Masyarakat juga didorong untuk melakukan simulasi evakuasi secara mandiri, khususnya pada malam hari, agar siap menghadapi situasi darurat tanpa harus menunggu instruksi resmi.
Terkait aktivitas masyarakat, BPBD mengimbau nelayan, wisatawan, dan pelaku usaha wisata bahari agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius minimal 2 kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG. Aktivitas penangkapan ikan dan wisata laut diminta tetap berada di luar zona bahaya. Masyarakat juga diingatkan untuk menyiapkan masker dan pelindung mata guna mengantisipasi hujan abu vulkanik.
Dari sisi kesiapsiagaan sumber daya, BPBD Kabupaten Serang telah memastikan ketersediaan logistik dasar seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut, serta kesiapan peralatan penunjang di gudang penyimpanan. Seluruh personel BPBD, relawan, dan instansi terkait juga disiagakan selama 24 jam.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Serang saat ini tengah menyusun Surat Edaran Bupati Serang terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Surat edaran tersebut akan disebarluaskan kepada seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga masyarakat luas.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat.
“Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya atau hoaks,” tegasnya.

