Bekal Keteguhan Hati: Ulama Ingatkan Pentingnya Belajar untuk Tidak Menagih Hormat
SAREKAT – SOSOK, Sebuah nasihat penuh makna kembali disampaikan oleh KH. M. Mubasyir Mundzir, mengingatkan masyarakat untuk belajar tidak dihormati sebagai bagian dari latihan keikhlasan dan keteguhan hati. Menurut beliau, banyak orang terjebak dalam dorongan untuk selalu ingin dipuji, dihargai, dan terlihat hebat di mata manusia.
Dorongan itu, kata KH. Mubasyir, sering kali menimbulkan kegelisahan. Ketika penghargaan tidak datang, seseorang merasa kecewa dan meragukan harga dirinya. Sedangkan ketika pujian menjadi tujuan utama, manusia tanpa sadar berubah menjadi budak penilaian orang lain.
Beliau menegaskan bahwa ketenangan sejati justru lahir ketika seseorang mampu melepaskan harapan untuk dihormati manusia. Kebaikan harus dilakukan bukan demi sanjungan, melainkan sebagai wujud menjaga hati dan menunaikan amanah. Dengan keikhlasan, seseorang tidak mudah tersinggung saat diabaikan dan tidak menjadi sombong ketika dihargai.
“Orang yang hatinya lapang mampu melangkah tanpa membutuhkan sorotan,” ujar KH. Mubasyir. Sikap tersebut bukan berarti merendahkan diri secara berlebihan, tetapi melatih pribadi agar tetap rendah hati, kuat, dan stabil di tengah berbagai komentar dan penilaian.
Dari kelapangan hati itulah, lanjut beliau, lahir kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nasihat ini menjadi pengingat bahwa keteguhan dalam nilai lebih penting daripada pencarian pujian manusia.

